Jepara  

Cuaca Terik, Penjual Es Teh Berhamburan

LARIS: Salah penjua es the yang ada di Jepara sedang melayani pembeli, Rabu (11/10/23). (MUHAMMAD AGUNG PRAYOGA/JOGLO JATENG)

JEPARA, Joglo Jateng – Sejak musim kemarau, penjual Es Teh di Kabupaten Jepara mendadak berhamburan. Hampir di setiap persimpangan jalan ada Box Kontiner Es Teh dengan beragam merek.

Ide pembuatan gerai Es Teh disinyalir cuaca terik yang mendera Kabupaten Jepara selama berbulan-bulan. Bahkan dari musim kemarau ini, menjadikan beberapa kecamatan di Jepara mengalami kekeringan.

Menurut informasi dari Badan Meteorologi klimatologi dan Geofisika (BMKG), prakiraan cuaca di Jepara cerah dengan suhu 36 derajat celcius, Kamis (12/10). Dengan rerata suhu di angka 32°celcius setiap siang.

Baca juga:  Gus Haiz: Kurban untuk Tingkatkan Kepekaan Sosial

Hal tersebut, dibenarkan oleh Penjual ‘Pas Tea’, Yosa. Berkat cuaca panas di Kabupaten Jepara, menjadikan barang dagangannya laris terjual setiap jam istirahat siang. Ratusan gelas selalu ludes diborong pelajar maupun pekerja.

Hasilnya pun bukan main. Yosa dapat mengantongi uang sampai Rp 1 juta. Uang itu, ia dapatkan dari hasil menjual Es Teh dengan harga Rp 3.000 per cupnya. Untuk menjual Es Teh, sedikitnya Yosa menyiapkan 30 liter, jika habis akan dipasok kembali.

“Hampir tiap siang selalu habis, tapi aman, karena diisi stock kembali. Ada yang bertugas berjualan di Booth Kontiner, ada pula di markas yang menyiapkan amunisi berikutnya,” papar Yosa kepada Joglo Jateng, Rabu (11/10/23).

Baca juga:  Bertekad Raih Penghargaan WTN, Pj Bupati Minta Pelayanan Transportasi Ditingkatkan

Adapun, kehadiran Pas Tea di Jalan Kartini belum genap dua bulan. Namun, kata dia, karena cuaca terik dan marketing pasar Es Teh yang mendominasi, tidak membutuhkan waktu lama Pas Tea memiliki ratusan pelanggan.

“Hari ini yah, seolah-olah matahari ada dua. Panasnya bukan main. Yang jelas, tanpa perlu pasang iklan besar dan ribet, Pas Tea jadi rujukan masyarakat membeli es teh. Sudah murah, enak, cup gede, itu unggulan kami,” pungkasnya. (cr2/fat)