Administrasi Sistem Jaringan Berbantuan Tutor Teman Sebaya

Oleh: Wido Aji Wibowo, S. Kom.
Guru Mapel Produktif TJKT SMK N 1 Purwodadi, Kab. Grobogan

PERUBAHAN kurikulum di Indonesia selalu berkembang mengikuti perubahan yang dinamis dalam dunia pendidikan. Perubahan ini merupakan hal yang paling penting untuk mengukur keberhasilan pembelajaran yang telah dilakukan dan sudah dijalani bertahun-tahun.

Namun kadang ada kendala dan kesulitan dalam menyikapi perubahan yang terjadi dari waktu ke waktu. Sehingga perlu ada kebijakan yang mengatur regulasi dan guru harus bisa menyikapi perubahan secara mendasar dan konsisten untuk terus belajar lagi mengikuti perubahan yang terjadi.

Pendidikan yang diterapkan di SMK Negeri 1 Purwodadi mengikuti perubahan Kurikulum K13 yang berganti dengan Kurikulum Merdeka. Perubahan kurikulum yang terjadi tersebut ikut menuntut pola belajar dan mengajar yang berbeda pula.

Dulu, pembelajaran berorentasi pada guru. Namun sekarang diubah ke sistem berorentasi pada peserta didik. Dalam pembelajaran, guru dituntut selalu merubah pola mengajar yang lebih baik dan menyenangkan terhadap siswa agar para siswa tidak bosan dalam mengikuti pembelajaran.

Baca juga:  Guru Bangun Kepercayaan Diri pada Siswa Korban Bullying

Pembelajaran pada mata pelajaran Administrasi Sistem Jaringan di kelas XI TJKT SMKN 1 Purwodadi dianggap mata pembelajaran yang membosankan bagi sebagian peserta didik dalam kelas. Sehingga guru dalam pembelajaran harus dibantu oleh model pembelajaran dan media belajar yang sangat baik serta mudah dipahami. Mengajar dikelas di kelas XI TJKT SMK Negeri 1 Purwodadi, sebagai guru serta manusia biasa kadang sering lepas kontrol jika peserta didik sudah dijelaskan berkali-kali tetapi belum juga bisa memahami apa yang menjadi tuntutan kurikulum harus menyenangkan peserta didik dalam pembelajaran.

Mengajar Administrasi Sistem Jaringan tentu saja banyak kendala yang harus ditempuh seorang pendidik dalam menyampaikan materi. Kadang ada anak yang menonjol dalam pemahaman, namun jumlahnya tidak banyak dalam satu kelas. Sehingga lebih banyak peserta didik yang kurang memahami materi dibandingkan dengan peserta didik yang dapat memahami.

Baca juga:  Guru Bangun Kepercayaan Diri pada Siswa Korban Bullying

Dengan keadaan tersebut tujuan pembelajaran tidak dapat tercapai. Peserta didik yang kurang memahami materi yang disampaikan guru terlihat hasil tugas yang kurang memuaskan dan hasil asesmen yang kurang bagus.

Media dan metode pembelajaran yang harus dipilih harus memenuhi kreteria ketentuan dalam Kurikulum Merdeka Mengajar yang dalam pembelajaran harus menyenangkan peserta didik dalam belajar di dalam ruang kelas. Media pembelajaran sudah dapat bisa teratasi dengan fasilitas laboratorium SMKN 1 Purwodadi yang telah sesuai persyaratan laborotarium.

Dalam memilih metode pembelajaran saya harus memilih metode yang terbaik dan sesuai kebutuhan. Dalam masalah ini saya memilih metode pembelajaran menggunakan Tutor Teman Sebaya yang saya anggap paling tepat untuk memudahkan peserta didik dalam memahami materi pembelajaran Administrasi Sistem Jaringan.

Tutor teman sebaya dipilih karena metode ini sangat mudah dan murah untuk diaplikasikan kedalam pembelajaran. Karena metode ini memudahkan membantu teman yang merasa kesulitan dalam pembelajaran.

Baca juga:  Guru Bangun Kepercayaan Diri pada Siswa Korban Bullying

Peserta didik yang telah memahami materi secara baik namun jumlahnya sedikit kita jadikan sebagi tutor untuk membatu teman-temanya yang belum memahami materi. Setiap peserta didik tadi membantu satu kelompok yang terdiri dari lima sampai dengan tujuh peserta didik lain dalam memahami materi pelajaran. Guru melakukan pendampingan agar peserta didik lebih fokus dan serius dalam pembelajaran dan tidak melebar ke materi lainya.

Karena bahasa yang digunakan peserta didik lebih familier, mengena, dan mudah dipahami oleh peserta didik lainya maka pembelajaran lebih menyenangkan serta materi pembelajaran lebih cepat tersampaikan ke semua peserta didik lainnya. Metode tutor teman sebaya pada pembelajaran Administrasi Sistem Jaringan ini salah satu yang terbaik yang telah saya lakukan. (*)