Menuju Indonesia Sehat Sentosa, Tim KKN UIN Walisongo Berpartisipasi dalam Kegiatan Posyandu dan Posbindu

PARTISIASI: Mahasiswa KKN Reguler posko 4 UIN Walisongo Semarang ikut dalam kegiatan posyandu balita dan posbindu di Desa Doplang, Kecamatan Bawen Kabupaten Semarang, beberapa waktu lalu. (DOK.PRIBADI/JOGLO JATENG)

SEMARANG, Joglo Jateng – Dalam upaya mendukung upaya mewujudkan Indonesia yang sehat dan sentosa, mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Reguler posko 4 Universitas Islam Negeri (UIN) Walisongo Semarang turut berpartisipasi dalam kegiatan posyandu balita dan posbindu di 3 dusun di Desa Doplang, Kecamatan Bawen Kabupaten Semarang.

Di antaranya Dusun Jurangsari pada Kamis (05/10/2023), Gentan Senin (09/10/2023), dan Candi pada Rabu (11/10/2023). Posyandu dilaksanakan mulai pukul 09.00 sampai 12.00.

Bidan Desa Doplang, Setyoningsih menjelaskan, posyandu merupakan salah satu program kegiatan di bidang kesehatan yang diselenggarakan untuk memantau kesehatan masyarakat.

Desa Doplang, kata dia, menghadirkan 3 jenis posyandu yaitu posyandu balita, posbindu, dan posyandu lansia yang dilaksanakan satu kali setiap bulannya di tiap dusun.

Kegiatan posyandu balita meliputi pengukuran antropometri (berat badan, panjang atau tinggi badan, dan lingkar kepala anak) serta tindak lanjut kepada pengasuh.

Ada pula pemberian suplementasi vitamin A bagi bayi berusia 6-11 bulan (kapsul biru) dan balita berusia 12-59 bulan. Bertujuan untuk melindungi bayi dan balita dari beberapa risiko penyakit sehingga pertumbuhan dan perkembangan bayi dan balita lebih optimal.

Hasil pemeriksaan dalam posyandu balita akan dicatat di buku Kesehatan Ibu dan Anak (KIA) guna mengetahui perkembangan atau penurunan pada balita.

“Apabila hasil dari pendataan posyandu selama 3 bulan mengalami penurunan, kami dari pihak puskesmas akan melakukan konseling pada ibu balita yang bersangkutan,” tutur Setyoningsih.

Kagiatan lainnya yakni posbindu merupakan program kegiatan yang dilakukan untuk memantau faktor dini serta risiko penyakit pada lansia.

Adapun tujuan dari posbindu yaitu meningkatkan peran serta masyarakat dalam mendeteksi dan mencegah faktor risiko penyakit tidak menular.

Kegiatan yang dilakukan dalam posbindu meliput pengecekan tekanan darah, penimbangan berat badan, tinggi badan, pengukuran lingkar perut, dan cek lab sederhana mencakup pengecekan gula darah, kolestrol, dan asam urat.

Setelah dilakukan pengecekan, masyarakat diberikan pelayanan konseling jika ada penyakit yang di derita dan pemberian obat.

Akhir kegiatan diisi dengan pemberian makanan begizi yang telah disiapkan petugas posyandu setiap dusunnya dengan harga Rp 2 ribu.

Tim KKN posko 4 UIN Walisongo berharap, adanya posyandu dapat meningkatkan kesehatan dapat mencegah penyakit muncul di Desa Doplang. (*/mg4)