Kepedulian pada Kesejahteraan Hewan Masih Perlu Ditingkatkan

PEDULI: Dokter hewan memeriksa kesehatan pada anjing peliharaan milik warga sebelum disuntikkan vaksin rabies saat layanan di halaman Gereja Santa Theresia Bongsari, Semarang, Jumat (7/10/2023). (ANTARA/JOGLO JATENG)

SEMARANG, Joglo Jateng – Kepedulian masyarakat terhadap kesejahteraan hewan, khususnya peliharaan masih perlu ditingkatkan lagi. Hal tersebut disampaikan oleh Salah satu penyalur bantuan pakan kucing dan anjing dari Komunitas Animal Lovers Kota Semarang, Ruth Lilik Kristiani.

Menurutnya, belakangan ini banyak orang yang memanfaatkan hewan peliharaan sebagai konten dengan maksud menaikkan viewers. Seperti yang pernah terjadi di Ambarawa, Kabupaten Semarang, sempat ada kasus pencekokan miras ke kucing. Perbuatan itu dilakukan oleh sekelompok anak-anak yang masih dibawah umur.

“Hingga saat ini masih dalam penanganan proses hukum. Kekerasan terhadap anjing seperti pemukulan dan itu dijadikan konten, sangat miris. Bahkan lumayan banyak yang ditemukan di lapangan,” ucapnya saat dihubungi Joglo Jateng, belum lama ini.

Baca juga:  LPTTN akan Contoh Program Ketahanan Pangan SMPN 39 Semarang

Menurutnya, peran masyarakat sangat penting dalam ikut serta menjaga dan melindungi keamanan hewan peliharaannya sendiri maupun hewan liar yang ada di lingkungan sekitarnya. Seperti yang diketahui, sekarang banyak postingan di media sosial dengan mudah dapat di akses mengenai cara dan tips memelihara hewan peliharaan dengan baik dan benar.

“Kemudian, banyak juga komunitas-komunitas pecinta hewan kucing dan anjing yang sudah mulai berperan aktif di masyarakat. Pemerintah kota yang juga mulai berperan aktif dalam pemberian vaksin rabies gratis kepada para pemilik hewan peliharaan dan steril kucing untuk menekan populasi kucing,” ungkapnya.

Baca juga:  KPK Beri Bimtek Keluarga Berintegritas pada 35 Kepala Dinas

Selain itu, kata dia, komunitas-komunitas pencinta hewan sudah mulai bergerak tidak hanya pemberian pakan bagi hewan jalanan (street feeding) terhadap kucing-kucing liar saja. Tetapi mereka juga aktif dalam melakukan sterilisasi pada kucing liar untuk menekan populasi.

“Tapi itu masih perlu dukungan dari warga karena jika hanya komunitas maka cakupan wilayah dan dana yg dibutuhkan tentu masih kurang. Sehingga dihimbau agar warga juga turut membantu dalam hal ini,” terangnya.

Dalam peringatan hari Hak Asasi Binatang yang jatuh pada Sabtu (15/10/2023), salah satu Pegiat Kucing Jalanan, Tono turut mengajak masyarakat untuk peduli dengan kucing jalanan. Khususnya yang sering ditemukan di pasar tradisional dan tempat sampah lingkup rumah.

Baca juga:  Harganas Targetkan 10 Ribu Peserta se-Indonesia

Dirinya mengaku sedih. Sebab, masih banyak masyarakat yang belum memahami cara memberikan perlindungan serta sterilisasi kepada kucing jalanan.

“Gak semua kucing jalanan teradopsi dengan baik. Makanya tidak terlihat kesadarannya (warga, Red.),” ujarnya. (cr7/mg4)