Serap Energi Positif, Mahasiswa KKN UIN Walisongo Kunjungi Sendang Cupu Manik Astagina

KKN Universitas Islam Negeri (UIN) Walisongo Semarang Angkatan 81 posko 07
SUASANA: Sendang Cupu Manik Astagina di Dusun Karangjoho, Desa Samban, Kecamatan Bawen, Kabupaten Semarang. (DOK. PRIBADI/JOGLO JATENG)

SEMARANG, Joglo Jateng – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Islam Negeri (UIN) Walisongo Semarang Angkatan 81 posko 07 mengunjungi Sendang Cupu Manik Astagina yang berlokasi di Dusun Karangjoho, Desa Samban, Kecamatan Bawen, Kabupaten Semarang. Kegiatan ini dilaksanakan untuk untuk mempelajari literasi dan dan menyerap energi positif.

Koordinator Desa (Kordes) KKN Reguler Angkatan 81 posko 07, M. Dicky Nur Fuadzi memaparkan, Sendang Cupu Manik Astagina dapat memberikan manfaat kesehatan dari air belerangnya, juga mengandung energi positif.

“Sebagaimana kita ketahui, air hangat dari belerang mengandung sejuta manfaat. Namun, isi dari Sendang Cupu Manik Astagina tidak hanya itu. Masih ada banyak lagi misteri yang belum terungkap,” papar Fuadzi, Rabu (11/10/23) siang.

Sementara itu, Juru Kunci Sendang Cupu Manik Astagina, Rabin membeberkan bahwa sendang ini menyimpan sejarah tentang Anoman yang merupakan bentuk akronim dari ‘ayo noto iman’ (mari menata iman).

Ia mengungkapkan, wisatawan yang datang kebanyakan bukan untuk berlibur, melainkan mencari tuntunan. Bisa dengan mengembangkan energi spiritual nafsiyah. Mereka bertafakur sekaligus mendekatkan diri kepada Sang Pencipta.

“Selama ini, angkara murka atau energi telah merebak di berbagai sektor wilayah. Dan di sendang ini masyarakat melebur energi negatif supaya ke depan mampu kendalikan nafsu keduniawian,” ujar Rabin.

Sebagai informasi, puncak dari keramaian di Sendang Cupu Manik Astagina berada di hari Selasa Kliwon dan Jumat Kliwon. Pengunjungnya berasal dari lintas daerah Jawa, termasuk luar negeri seperti India, Vietnam, dan Arab Saudi. (*/mg4)