Polres Bantul Simulasikan Pengamanan Jelang Pemilu Mendatang

RICUH: Simulasi pengamanan yang dilakukan oleh Polres Bantul di depan Kantor Bupati Bantul, Senin (16/10/23). (JANIKA IRAWAN/JOGLO JOGJA)

BANTUL, Joglo Jogja – Polres Bantul menggelar Simulasi Sistem Pengamanan Kota (Sispamkota), di depan Kantor Bupati Bantul, Senin (16/10). Dalam rangka memberikan gambaran pengamanan yang akan dilakukan, dalam menjaga terciptanya situasi kondusif saat berlangsungnya pemilihan umum (Pemilu) mendatang.

Kapolres Bantul AKBP Michael R. Risakotta mengatakan, ini merupakan simulasi pengamanan yang akan dilakukan, jika kondisi yang tidak kondusif terjadi. Seperti eskalasi yang cenderung tinggi, bahkan menimbulkan gerakan anarkis.

“Jika nanti terjadi tindakan anarkis dan tidak bisa dikendalikan, kepolisian akan segera terjun mengamankan. Sispamkota merupakan simulasi untuk memberikan gambaran pengamanan yang kami lakukan nantinya,” terangnya.

Baca juga:  Pastikan Kualitas Hewan Kurban, DKPP Bantul Lakukan Pemantauan

Menurutnya, jika terjadi hal yang tidak diinginkan, pihaknya akan melakukan penutupan akses masuk kota. Agar masyarakat tidak terganggu dengan adanya kerusuhan tersebut dan menangani kerusuhan massa tersebut.

Kemudian, setelah situasi kembali kondusif, akses masuk kota akan segera dibuka.  Maka dari itu, pihaknya memberikan imbauan kepada masyarakat untuk menikmati pesta demokrasi dengan sopan, santun dan damai, serta selalu menjaga keamanan dan ketertiban.

“Bagaimanapun hidup di masyarakat itu banyak kepentingan. Jadi jangan terlalu mengedepankan kepentingan pribadi atau golongan dan tidak memperhatikan kelompok lainnya,” imbuhnya.

Baca juga:  E-Manajemen Karier Jogja Unggul Pantau Talenta Pegawai

Sementara itu, seluruh wilayah di Bantul yang rawan terjadi kerusuhan akan diamankan. Namun, sampai saat ini menurutnya tidak ada tempat-tempat tertentu yang rawan akan keamanan dan ketertiban.

“Semua tempat akan kita amankan, dengan beberapa potensi kerawanannya. Sampai saat ini belum ada daerah tertentu yang terindikasi sangat rawan,” pungkasnya.(cr13/sam)