Buat Usaha dari Makanan Kesukaan

MENIKMATI: Yogi Susanto saat menikmati Steak produknya, belum lama ini. (DOK. PRIBADI/JOGLO JATENG)

STEIK menjadi makanan kesukaan Yogi Susanto. Peluang bisnis dari kuliner western ini kemudian memotivasinya membuka usaha, usai bisnis perkayuannya tutup pada akhir 2022 lalu.

Yogi mengaku dirinya sempat menggeluti dunia perkayuan. Namun pada akhir 2022 bisnis perkayuan atau furniture dirasa mulai menurun imbas ekonomi global yang sedang lesu.

Akhirnya, Yogi membuka usaha kuliner steik yang diberi nama The Carpenters Steak and Pepper Rice. Nama tersebut tentunya tak lepas dari bisnis perkayuan yang dahulu.

“Kebetulan kami suka makan steik. Kami belajar membuat steak yang enak. Akhirnya pada Maret 2023 kami memberanikan diri membuka usaha ini,” ujar Yogi, belum lama ini.

Dalam menggeluti bisnis kuliner ini Yogi tidak sendirian, melainkan bersama kakaknya. Usaha yang digeluti oleh mereka berlokasi di Jalan Pringgading No 63, Jagalan, Semarang.

Tempat usahanya itu bergantian dengan bengkel oli. Dimana di waktu pagi sampai sore lokasi tersebut dibuat untuk usaha ganti oli mobil dan servis ringan. Begitu waktu sore tiba, bengkel tersebut berubah menjadi rumah makan layaknya restoran yang buka sampai malam.

“Kami buka setiap hari Senin-Sabtu mulai pukul 17.00 sampai pukul 22.00. Khusus hari Minggu kami buka mulai pukul 12.00 sampai 22.00,” jelasnya.

The Carpenters Steak and Pepper Rice sendiri memiliki menu spesial. Dimana satu porsi steik tidak hanya berisi satu daging saja. Namun berisi dua hingga lima potong steik yang ditumpuk.

Kakak Yogi, Yopi Susanto menceritakan awal adanya menu tersebut. Saat awal pembukaan The Carpenters Steak and Pepper Rice, banyak penikmat steik merasa kurang kalau hanya berukuran 200 gram. Yopi sendiri mengaku merasakan hal serupa, sehingga dari situ ia berpikir bagaimana kalau satu porsi steik yang disajikan terdiri tumpukan dua, tiga, sampai lima potongan steik.

“Kadang-kadang kalau hanya pesan satu porsi kurang kenyang. Jadi dengan inovasi ini dapat pesan lebih banyak,” katanya.

Dari situ ia berfikir akan menjadi lebih menarik kalau sekalian pesan lima tumpuk porsi yang setara dengan 1 kilo gram. Ia melihat penyajian steak lima porsi sekaligus merupakan sesuatu unik dan jarang ada yang dinikmati bersama keluarga.

“Selain itu dari segi harga lebih ekonomis, dagingnya juga dijamin halal dan higenis,” tambahnya. (luk/mg4)