Pemkab Sleman Beri Subsidi Distribusi 499 Juta pada Pedagang

KUNJUNGAN: Bupati Sleman Kustini Sri Purnomo saat melakukan visitasi dan peluncuran operasi pasar beras di Pasar Gamping, Rabu (18/10). (HUMAS/ JOGLO JOGJA)

SLEMAN, Joglo Jogja – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sleman menggelar intervensi pasar dalam bentuk kegiatan pemberian subsidi biaya distribusi kepada pedagang besar dan pengecer di Pasar Gamping, Rabu (18/10). Hal itu dilakukan karena, masih tingginya harga beras di sejumlah pasar di Bumi Sembada.

Bupati Sleman Kustini Sri Purnomo mengatakan, pemberian subsidi  yang digelar untuk menstabilkan harga beras dan menjamin ketersediaan beras di tingkat pedagang, baik pedagang besar maupun pedagang kecil. Selain itu, lewat pemberian subsidi tersebut juga dilakukan penandatanganan pakta integritas dari pedagang besar dan pengecer.

“Kami mengeluarkan anggaran Rp499.200.000,00 untuk mereduksi biaya distribusi. Di mana, setiap kilogramnya, ada subsidi distribusi senilai Rp2.300,” terang Kustini di Pasar Gamping, Rabu (18/10).

Baca juga:  Pemkab Sleman Tingkatkan Sinergitas Stakeholder Jelang Nataru

Dalam kegiatan, pemberian reduksi kepada pedagang dilengkapi dengan pakta integritas oleh masing-masing pihak. Reduksi dilakukan dalam rangka menjaga stabilisasi harga dan mengantisipasi dampak fenomena El Nino.

“Fenomena El Nino saat ini menjadi perhatian besar karena berpotensi menyebabkan gagal panen, sehingga menurunkan produktivitas pertanian yang memengaruhi ketersediaan stok atau pasokan untuk masyarakat,” ungkapnya.

Kustini menambahkan, kurangnya stok atau pasokan beras tersebut dapat mengganggu kestabilan harga dan meningkatkan harga secara signifikan. Sehingga diperlukan adanya kegiatan intervensi pasar.

Lebih lanjut,ia mengatakan, kegiatan operasi pasar dilaksanakan mulai 14 Oktober 2023 sampai dengan paling lama dua bulan berikutnya atau kondisional melihat serapan anggaran untuk reduksi biaya distribusi. “Operasi pasar dilaksanakan di Pasar Gamping yang merupakan pasar pantauan Kementerian Perdagangan,” tuturnya.

Baca juga:  Anugerah Kebudayaan Sleman 2023, Penghargaan bagi Para Pelestari Budaya

Selain Pemkab Sleman, kegiatan pemberian subsidi ini juga didukung oleh Bank Indonesia (BI) DIY dengan bantuan anggaran sebesar Rp50 juta. Harapannya bantuan tersebut dapat membantu masyarakat mendapatkan beras dengan harga yang terjangkau di tengah gejolak kenaikan harga beras.

Sementara itu, Sigit Yuniedi, salah satu pedagang mitra pemasok beras mengaku terbantukan dengan adanya bantuan subsidi dari Pemkab Sleman dan BI DIY. Sebab, adanya subsidi tersebut sedikit banyak mengurangi besaran biaya distribusi yang selama ini cukup besar.

“Apalagi saat ini, harga beras terus mengalami kenaikan sejak Agustus lalu. Saat ini harga beras premium kisaran Rp14.000 dan Rp13.000 per kilogram untuk beras medium. Padahal sebelum Agustus masih dibawah Rp10.000 per kilogram,” katanya.

Baca juga:  Pemkab Sleman Dorong KWT Berinovasi Ciptakan Produk UMKM

Sigit menuturkan, ada konsekuensi dari penerimaan subsidi biaya distribusi dari Pemkab Sleman dalam pakta integritas yang ditandatanganinya. Dirinya mau tidak mau harus menjual beras kepada pedagang mitra pengecer. Selain itu, harus bersedia menerima supervisi atau pemantauan.

“Dan jika ada penyimpangan, saya harus bersedia diberikan sanksi pemutusan hubungan kemitraan,” pungkasnya. (bam/all)