Kudus  

300 Pelajar Semarakkan Kemah Hari Santri

FOKUS: Terlihat para siswa sedang melaksanakan lomba pioneering pada Kemah Hari Santri di Lapangan Kandangmas, Dawe, Minggu (22/10/23). (UMI ZAKIATUN NAFIS/JOGLO JATENG)

KUDUS, Joglo Jateng – Sebanyak 300 pelajar dari 15 sekolah jenjang MTs se Kecamatan Dawe, mengikuti gelaran Kemah Santri. Kegiatan ini diinisiasi Dipandegani oleh Kelompok Kerja Kepala Madrasah 003 (KKM 003) Kudus di Lapangan Kandangmas, Dawe, Minggu (22/10/23).

Agenda tersebut mengambil tema ‘Jihad Santri Jayakan Negeri’ dengan menghadirkan delapan lomba. Meliputi pioneering, puisi, olimpiade aswaja, ketendaan, pbb, lomba kuliner, simboyan dan roket air.

Ketua Panitia Kemah Santri, Tejo Asmoro menjelaskan, kemah santri menjadi agenda perdana KMM 03.  Selain, berguna meningkatkan soft skill, juga menjadi kemandirian dan pegangan para pelajar setelah menempuh jenjang berikutnya.

Baca juga:  Museum Kretek Ramaikan Pameran Museum di Monumen Pers Nasional

Insyaallah akan berguna sekali. Termasuk juga ruang kepada madrasah untuk saling bertukar pengalaman perihal kepramukaan,” jelasnya pada Joglo Jateng

Melihat potensi para pelajar, menurut Tejo, sudah mulai berkembang. Baik perihal variasi Peraturan Baris Berbaris (PBB) hingga pioneering. Tak ketinggalan, mereka juga menyemarakkan hari santri dengan memberikan wadah berupa olimpiade aswaja.

“Kami turut berperan di hari santri ini. Karena perjuangan atau jihad sekarang, salah satunya adalah  aktif dan mengembangkan pendidikan,” tandasnya.

Dirinya berharap, agar para pelajar dan santri meningkatkan nilai nasionalisme. Terlebih adalah rasa dan hak memiliki Negara Kesatuan Republik Indoneisa (NKRI).

Baca juga:  Memaknai Kurban sebagai Wujud Kehambaan dan Sarana Perkuat Iman

“Harapannya para pelajar sekarang merasa berhak dan sepenuhnya memiliki NKRI harga mati. Ini perlu ditingkatkan lagi,” harapnya.

Hal senada diungkapkan Ketua Panitia MWC Dawe, Sumadi. Praktik perayaan hari santri adalah bentuk mengenang resolusi jihad yang digaungkan para masyayikh. Dulu dan sekarang, lanjut Sumadi, perjuangannya memang berbeda tetapi esensi dan tujuannya sama.

“Apapun bentuk perayaannya, semoga diberkahi. Dan menjadikan bentuk kecintaan pada RI,” ungkapnya saat ditemui Joglo Jateng di Gedung Serbaguna Kandangmas.

Kemah Hari Santri tersebut merupakan kolaborasi Majelis Wakil Cabang (MWC) NU Dawe, Pemerintah Desa Kandangmas, lembaga sekolah hingga para badan otonom. Bebarengan kemah, digelar juga Khotmil Qur’an dan tahlil umum, pengobatan gratis, maulid akbar dan ditutup kirab 4.000 santri. (cr8/fat)