Dinsos Pemalang Sebut Kekerasan Seksual Anak Masih Marak

SEMANGAT: Beberapa remaja SMP yang baru lulus saat mengikuti seminar di Aula SMAN 1 Pemalang, belum lama ini. (UFAN FAUDHIL/JOGLO JATENG)

PEMALANG, Joglo Jateng – Kekerasan seksual pada anak di Kabupaten Pemalang masih marak terjadi. Hal itu diamini oleh Dinas Sosial, Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Dinsos KBPPPA) Pemalang yang membenarkan pemberitaan adanya 50 persen kasus kekerasan seksual pada anak yang tuntas ditangani oleh Kejaksaan Negeri (Kejari) setempat.

Plt Kepala Dinsos KBPPPA Pemalang Hery Firmantyo melalui Kepala Bidang PPPA Moh. Tarom mengatakan, maraknya kasus kekerasan seksual anak yang terjadi hingga pertengahan Oktober ini terjadi karena hubungan pacaran, telepon pintar, medsos, dan ekonomi keluarga. Dari awal tahun hingga sekarang, total ada 56 kasus kekerasan seksual perempuan dan anak, dengan rincian 27 kasus kekerasan seksual anak dan 29 kasus kekerasan seksual perempuan (dewasa).

Baca juga:  DPRD Pemalang Setujui Raperda Pertanggungjawaban Pelaksanaan APBD 2023

“Tahun ini kita sudah tangani lebih dari 50 kasus kekerasan seksual, dan kurang lebih 42 persen kasus terjadi dengan korban anak. Ini harus kita perhatikan dan awasi bersama, karena anak merupakan aset untuk menjadi pemimpin di masa depan,” ujarnya.

Dalam penanganannya, ia menyebutkan bahwa tempat/lokasi kasus (lokus) pada kekerasan anak cenderung terjadi di rumah. Dari 27 kasus kekerasan seksual anak, terjadi di rumah 17 kasus, fasilitas umum 4 kasus, sekolah 1 kasus, dan lainnya 7 kasus. Kurangnya pantauan orang tua terkait pergaulan anak jadi faktor yang harus diperhatikan, terutama melihat kasus terbanyak terjadi di lingkungan rumah.

Baca juga:  Dukung UMKM, Dewan Dorong OPD Laksanakan Sobat Ikan

Pihaknya berharap, seluruh elemen masyarakat bisa bersama-sama mengawasi pergaulan anak, serta menanamkan nilai-nilai norma dan akhlak agama dalam pergaulan. Hal ini harus jadi perhatian serius semua pihak, terlihat dari 50 persen kasus kekerasan anak yang ditangani dan inkrah Kejari Pemalang di 2023 ini.

“Kebanyakan terjadi di area perkotaan, mungkin karena orang tua sibuk bekerja jadi tidak bisa mengawasi dengan maksimal. Jadi kami minta peran serta seluruh pihak pada pencegahan kasus ini harus dilakukan. Sebab bila dibiarkan berlarut, akan berdampak pada mental juga kepribadian anak muda penerus kepemimpinan bangsa,” tegasnya. (fan/abd)