Tim KKN UIN Walisongo Ziarah ke Makam Tokoh Pendahulu Desa Poncoruso

Tim KKN Reguler 81 UIN Walisongo Semarang Posko 8
KHIDMAT: Tim KKN Reguler 81 UIN Walisongo Semarang Posko 8 saat mengikuti Ziarah Kolaboratif di Desa Poncoruso, Kecamatan Bawen, Kabupaten Semarang, Rabu (11/10/2023). (DOK. PRIBADI/JOGLO JATENG)

SEMARANG, Joglo Jateng – Tim KKN Reguler 81 UIN Walisongo Semarang Posko 8 bersama Penyuluh Agama Islam Kecamatan Bawen, Lufita Sari melaksanakan Ziarah Kolaboratif di Desa Poncoruso, Kecamatan Bawen, Kabupaten Semarang, pada Rabu (11/10/2023).

Ziarah dilakukan di tiga makam sesepuh tokoh agama di Poncoruso, dalam rangka tabarrukan (mengharap barokah), dzikrul maut, dan mengenang perjuangan tokoh agama dalam menyebarkan syariat Islam, khususnya di Poncoruso.

Ketiga makam tersebut adalah makam Mbah Ponco (pendiri Desa Poncoruso), makam Mbah Ridhu (tokoh agama Dusun Srumbung Gunung), dan makam Kyai Jayus Nur Salim (tokoh agama Dusun Poncoruso).

Kegiatan ziarah ini merupakn salah satu bentuk penyuluhan bimbingan keagamaan yang dipimpin oleh Lufita Sari dan diikuti oleh Tim KKN Reguler Posko 8 UIN Walisongo.

Lufita Sari memberikan pesan kepada para mahasiswa yang akan mengabdi di Desa Poncoruso selama 45 hari dan menjadi bagian dari masyarakat di sana.

“Alangkah baiknya kita melakukan ziarah ke sesepuh. Ucapkan kulo nuwun kalau dalam bahasa Jawa. Sehingga dari itu diharapkan dapat diterima dengan baik di Desa Poncoruso ini,” pesan Lufita.

Ziarah dipimpin oleh Ustadzah Muthoharoh selaku tokoh masyarakat, dengan melantunkan doa dan tahlil yang ditujukan untuk ahli kubur. Ia menjelaskan, banyak manfaat dalam perjalanan ziarah makam, antara lain belajar dari kealiman para leluhur.

“Semoga dengan melakukan ziarah ini diharapkan adik-adik KKN mengetahui sejarah serta siapa pendiri Desa Poncoruso ini. Dan di sisi lain insyaa Allah adik adik mendapatkan barakah ziarah sehingga kegiatan KKN berjalan dengan lancar,” tuturnya.

Ziarah di maqbarah auliya ini diharapkan senantiasa menumbuhkan rasa kecintaan pada tokoh agama dan bangsa.

Dalam iringan bacaan tahlil, Ustadzah Muthoharoh menyelipkan doa dan pesan-pesan penting dalam mengamalkan ajaran Islam dengan akhlakul karimah. (*/mg4)