Figur  

Sering Dapat Tawaran MC untuk Acara Besar

Efi Nur Jannah
Efi Nur Jannah. (DOK. PRIBADI/JOGLO JATENG)

EFI Nur Jannah mengaku telah tertarik pada bidang public speaking sejak duduk di bangku sekolah menegah atas (SMA). Awalnya ia hanya mengisi kekosongan petugas pembawa acara pada kegiatan yang sedang berlangsung di sekolahannya.

Lambat laun, kepiawaiannya memimpin jalannya acara semakin terlihat dan semakin mahir hingga sekarang. Tak jarang, Efi mendapat tawaran di kegiatan-kegiatan besar. Salah satunya pada program Gubernur Sambang Sekolah yang di prakasai Kesbangpol Jateng pada masa kepemimpinan Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo.

“Jadi setiap program Gubenur Sambang Sekolah diberbagai kabupaten/kota itu saya yang membantu mengawal Bapak Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo untuk MC di program itu,” katanya pada Joglo Jateng, belum lama ini.

Baca juga:  Promosikan Kebudayaan lewat Teknologi

Perasaan grogi tentu selalu ia rasakan, terlebih harus mengawal jalannya acara dihadapan audiens dengan lancar dan menyenangkan. Efi mengaku ada tiga ritual yang harus ia persiapkan sebelum menjalankan aksinya. Yakni dengan membuat naskah, kemudian memahami audiensi yang hadir dan yang terakhir adalah berpenampilan menarik.

“Pertama itu naskah, walaupun memang nanti saya tidak akan membaca itu semua, tapi saya punya bekal dari naskah itu, seperti pantun, jokes ataupun kata mutiara. Kemudian memahami audiensi supaya saya bisa menyesuaikan joke yang akan saya bawakan agar tidak membosankan. Dan yang terakhir adalah penampilan,” paparnya.

Baca juga:  Ingin Mengabdikan Diri ke Masyarakat

Gadis kelahiran 1999 ini mengaku belajar menjadi pebawa acara secara otodidak. Dengan berlatih sesuai arahan dari para profesional yang ia ikuti melalui media sosial, kini keahliannya bisa dikatakan semakin mumpuni karena sering berlatih secara mandiri.

“Semua itu perlu dilatih meski belajarnya otodidak. Saya selalu belajar dari orang yang lebih profesional daripada saya. Seperti bagaimana sih megang cue card, bagaimana megang microphone, kemudian ketika berjalan, lalu ketika duduk itu semuakan ada etikanya. Jadi kalau misalnya MC itu dibilang gampang, ya gampang-gampang susah,” ungkap mahasiswi UIN Walisongo Semarang itu.

Baca juga:  Sabila Al Haqi: Alumni Pesantren yang Mantap Mengabdikan Diri pada Pendidikan Al-Qur'an

Meski sibuk dengan perkuliahan pada program studi Komunikasi dan Penyiaran Islam, tak lantas membuat Efi kewalahan untuk membagi waktunya. Dirinya mengaku melalui pekerjaannya yang merupakan passion ini selalu dinikmati.

“Karena semakin kesini ternyata tawaran untuk menjadi MC semakin banyak, dan saya lihat peluang di public speaking khususnya MC lumayan besar, jadi besok-besok semakin kedepan saya berencana untuk terus mendalami public speaking. Terutama di MC,” tandas pemilik akun Instagram @efifiefi_ ini. (luk/mg4)