13 Bom di Jakarta, Siap Hadir sebagai Film Action Indonesia Terbesar

BERFOTO: Tim produksi dan aktor film “13 Bom di Jakarta” usai melakukan press conference di XXI Plaza Senayan, Jakarta, Kamis (26/10/23). (DOK. PRIBADI/JOGLO JATENG)

VISINEMA Pictures telah merampungkan proses produksi film “13 Bom di Jakarta”. Film karya sutradara tersohor Angga Dwimas Sasongko ini bakal menyuguhkan deretan aksi dan laga spektakuler lewat genre aksi-spionase. Juga akan menjadi salah satu film action terbesar Indonesia yang tayang di bioskop tahun ini.

Selain menyuguhkan cerita yang kuat dan menegangkan, “13 Bom di Jakarta” dibintangi oleh sejumlah aktor berbakat. Yakni Rio Dewanto, Chicco Kurniawan, Lutesha, Ardhito Pramono, Putri Ayudya dan Ganindra Bimo. Selain itu, turut dimeriahkan oleh Niken Anjani, Rukman Rosadi, Andri Mashadi, Muhammad Khan dan Aksara Dena.

Deretan pemain film 13 Bom di Jakarta diperkenalkan dalam press conference di XXI Plaza Senayan, Jakarta, pada Kamis (26/10/23). Dalam agenda tersebut, film “13 Bom di Jakarta” juga merilis video first look dan teaser poster secara perdana.

“Mengusung genre yang fresh, film 13 Bom di Jakarta bakal menjadi film action Indonesia terbesar di tahun ini. Skala produksi film ini sangat besar, punya banyak ledakan, action, tembak-tembakan, car chase yang akan sangat seru disaksikan di layar bioskop,” kata sutradara “13 Bom di Jakarta” sekaligus Founder & CEO Visinema, Angga Dwimas Sasongko.

Ia menambahkan, cerita film 13 Bom di Jakarta juga terinspirasi kejadian nyata. Yakni peristiwa pengeboman sebuah mal di Tangerang pada 2015 silam.

“Menurut saya, genre film action di Indonesia masih punya banyak ruang untuk dieksplorasi. Maka dari itu Visinema menghadirkan ‘13 Bom di Jakarta’ ini sebagai tontonan yang penuh kejutan dan orisinil, siap menghibur penonton di bioskop pada tahun 2023 ini,” kata Produser “13 Bom di Jakarta”, Taufan Adryan.

Bermain di film garapan sutradara Angga Dwimas Sasongko, aktor Rio Dewanto merasa tertarik sekaligus tertantang. Bukan peran biasa, kali ini Rio dipercaya memerankan sosok teroris bernama Arok di film 13 Bom di Jakarta.

“Saya selalu merasa tertantang produksi bersama Visinema. Di ‘13 Bom di Jakarta’, saya semangat banget memerankan karakter ini. Karena sangat kompleks dan tidak hitam-putih seperti kebanyakan penjahat film action. Terus baru di film ini saya jadi punya pengalaman pegang senjata beneran, seperti shotgun dan bazooka. Meskipun karakter ini terbilang ekstrem, tapi saya percaya bahwa seni peran adalah sarana untuk mengeksplorasi berbagai sisi kepribadian manusia,” ungkap Rio Dewanto.

Bergabung di proyek film 13 Bom di Jakarta, Ardhito Pramono jadi mencicipi genre film action untuk yang pertama kalinya. Film ini sekaligus menjadi proyek comeback Ardhito setelah vakum di industri perfilman selama 2 tahun.

Anyway, gue emang udah 2 tahun hiatus main film trus akhirnya gue diajak Mas Angga buat main film ‘13 Bom di Jakarta’ dengan karakter yang gak pernah gue bayangin sebelumnya. Gue seneng banget. Gue berperan sebagai William, sosok cowok jenius, jago komputer, dan jadi pendiri perusahaan mata uang digital dalam bentuk kripto,” ungkap Ardhito.

Proses syuting film 13 Bom di Jakarta berlangsung selama 41 hari. Berlokasi di kawasan Jakarta hingga Klaten, Jawa Tengah. Film 13 Bom di Jakarta dijadwalkan tayang di 2023.

Sinopsis Film 13 Bom di Jakarta

Jakarta, kota metropolitan dengan segala hingar bingarnya, seketika menjadi kelam. Sekumpulan teroris melancarkan serangannya dengan ancaman 13 bom yang disebar di seantero Jakarta. Penelusuran Badan Intelijen dan agen rahasia atas teror tersebut mengarah pada Oscar (Chicco Kurniawan) dan William (Ardhito Pramono), dua orang pengusaha muda di bidang mata uang digital yang dianggap terlibat.

Misi tim agen rahasia pun menjadi rumit ketika mereka mencurigai adanya penyusup dalam tim. Di sisi lain, pemimpin kelompok teroris, Arok (Rio Dewanto) tak henti menebar teror dengan meledakkan bom setiap 8 jam. Satu-satunya cara menghentikan serangan teror tersebut adalah menyerahkan imbalan bernilai fantastis atau keselamatan seluruh warga Jakarta terancam. (hms/mg4)