Ekspor Puluhan Kendaraan Ilegal Digagalkan

Kombes Johansin Ronald Simamora, Dirreskrimum Polda Jateng
Kombes Johansin Ronald Simamora, Dirreskrimum Polda Jateng. (FADILA INTAN QUDSTIA/JOGLO JATENG)

SEMARANG, Joglo Jateng – Ditreskrimum Polda Jateng menetapkan satu tersangka berinisial MAK asal Semarang dan dua DPO berinisial RR dan XM (warga Timor Leste) yang terlibat dalam kasus penyeludupan kendaraan ilegal. Diketahui, puluhan kendaraan roda dua dan empat yang dimasukkan dalam empat kontainer tersebut itu rencananya akan dikirim ke Timur Leste pada Senin (30/8) melalui jalur laut, dari Tanjung Mas Semarang.

Dirreskrimum Polda Jateng, Kombes Johansin Ronald Simamora menjelaskan awal terungkapnya kasus ini. Pada Sabtu (26/8/2023) lalu pihaknya menerima informasi dari masyarakat bahwa ada pengiriman yang mencurigakan yakni sepeda motor dan mobil. Kemudian, pihaknya melakukan penyelidikan dengan membongkar TKP.

Baca juga:  Kuota PPDB SMAN dan SMKN di Jateng Sebanyak 225.230 Kursi

“Kami lakukan pembongkaran dalam 4 kontainer itu. Ada 8 kendaraan roda empat dan 64 kendaraan roda 2. Kemudian kami melakukan serangkaian penyelidikan dan kita telah memeriksa dari 26 sampai kemarin ada 19 saksi dan kami tetapkan satu tersangka MAK. Dan kami telah melakukan penahanan,” ucapnya saat ditemui Joglo Jateng, Selasa (31/10/23).

Ia menambahkan, tersangka MAK merupakan residivis yang sebelumnya melakukan pekerjaan sama pada tahun 2021 dengan menyeludupkan 17 kontainer. Kemudian ditangani oleh Polresta Pati dan MAK ditahan selama 2 tahun.

“Lalu 3 hari yang lalu akhirnya kami tetapkan sebagai tersangka. Selanjutnya, kami juga tetapkan DPO yaitu RR yang posisi saat ini berada di Jogja. Perannya sebagai pengumpul kendaraan-kendaraan yang siap dikirim ke Timur Leste,” jelasnya.

Baca juga:  TK Swasta dan PKBM di Semarang Berpotensi Bayar Sewa Lahan

Lebih lanjut, kata Kombes Johansin, DPO yang merupakan salah satu warga negara asing dari Timur Leste, pihaknya akan berkoordinasi dengan kepolisian di negara tersebut untuk dilakukan pengejaran. Modus pada kasus tersebut yakni RR bertugas mengumpulkan kendaraan ilegal (kendaraan yang baru bayar cicilan 2 bulan). Lalu, kendaraan tersebut dijual dan dikirim menggunakan SIM B milik MAK lalu dimasukkan ke kontiner.

“Dengan begitu kami menetapkan Pasal  480, 481 KUHP dan Pasal 55 dan 56 tentang tersangka melakukan penadahan dari tindak kejahatan yang kemudian dijadikan pekerjaan. Dengan maksimal penjara 7 tahun,” ujarnya.

Baca juga:  Backlog Kepemilikan Rumah di Jateng Tembus 324.855

Pihaknya juga mengimbau kepada DPO untuk menyerahkan diri segera sebelum pihaknya melakukan tindakan hukum yang tegas dan terukur. Selain itu, dirinya juga mengimbau kepada masyarakat untuk melapor apabila ada hal yang sama segera melapor Polda Jateng.

“Kami juga terima kasih kepada masyarakat yang telah melaporkan kejadian tersebut kepada anggota Resmob kami. Sehingga kasus ini segera selesai,” tuturnya. (cr7/mg4)