Mahasiswa KKN UIN Walisongo Berperan Aktif Kelola Bank Sampah Bersama Ibu-ibu Penggerak PKK

PEDULI LINGKUNGAN: Mahasiswa KKN Reguler 81 UIN Walisongo Posko 7 bersama ibu-ibu penggerak PKK Dusun Secang, Kecamatan Bawen, Kabupaten Semarang yang mengelola Bank Sampah Berkah Rahayu, Minggu (29/10/2023). (DOK. PRIBADI/JOGLO JATENG)

SEMARANG, Joglo Jateng – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) dari Universitas Islam Negeri (UIN) Walisongo menunjukkan keterlibatan mereka dalam upaya pemilahan sampah bersama dengan kelompok Bank Sampah Dusun Secang, Desa Samban, Kecamatan Bawen, Kabupaten Semarang, pada Minggu (29/10/2023).

Bank Sampah ini merupakan sebuah inisiatif yang dimulai sejak 28 Mei 2023 oleh Nur, seorang penggerak PKK (Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga) Dusun Secang.

“Saya mencoba untuk mengajak ibu-ibu PKK di dusun ini untuk membentuk Bank Sampah. Kemudian, saya mendapat saran dari Ibu Lurah untuk memperluas inisiatif ini ke seluruh Desa Samban. Namun, karena kesulitan dalam mengajak dusun-dusun lain untuk bergabung, saya memutuskan untuk memulainya sendiri, bersama dengan 15 anggota. Semua anggota ini adalah anggota PKK dari Dusun Secang,” terangnya.

Keterlibatan aktif mahasiswa KKN UIN Walisongo di dalam kelompok Bank Sampah Dusun Secang menjadi contoh nyata tentang bagaimana kolaborasi antara mahasiswa dan komunitas lokal dapat menciptakan dampak positif yang signifikan dalam pemilahan sampah dan lingkungan.

Koordinator Mahasiswa KKN UIN Walisongo Posko 7, Dicky mengungkapkan, Bank Sampah ini telah menjadi wadah untuk mengumpulkan dan memilah sampah sesuai jenisnya, dengan tujuan mengurangi dampak negatif sampah terhadap lingkungan dan mempermudah pemanfaatan sampah.

“Kami merasa sangat terlibat dalam menjalankan program ini. Dari kegiatan pengumpulan sampah hingga pemilahan sampah sesuai jenisnya, semuanya merupakan pengalaman yang berharga bagi kami,” ucapnya.

Ia berharap, program ini bisa menjadi inspirasi bagi komunitas lain dan terus berkembang secara menyeluruh ke semua dusun di Desa Samban.

“Mungkin bisa dengan menggunakan kuasa pemerintah desa untuk membuat kebijakan dan merangkul seluruh dusun atau elemen masayarakat,” ujar Dicky.

Program Bank Sampah Dusun Secang menunjukkan bahwa kerja sama antara mahasiswa dan masyarakat lokal dapat menciptakan perubahan positif. Dengan semangat dan tekad yang kuat, untuk mewujudkan lingkungan yang lebih bersih, sehat, dan berkelanjutan. (*/mg4)