Kesbangpol Jateng Bentuk Tim Pengendalian Hoaks Hadapi Pemilu

Kepala Kesbangpol Jawa Tengah, Haerudin
Kepala Kesbangpol Jawa Tengah, Haerudin. (LU'LUIL MAKNUN/JOGLO JATENG)

SEMARANG, Joglo Jateng – Kemudahan mendapat informasi saat ini tidak selalu menguntungkan bagi masyarakat. Apalagi jika berita yang beredar itu merupakan hoaks atau kabar bohong yang justru menyebabkan perpecahan. Terlebih jelang tahun politik saat ini.

Oleh karena itu, untuk mengantisipasi peyebaran kabar bohong di wilayah Jawa Tengah, Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Jateng membentuk tim pemantau media. Mereka akan menjadi pengawas untuk media secara umum. Baik itu media sosial maupun media massa lainnya.

“Sehingga dalam hal ini Kesbangpol membentu tim untuk memantau media secara umum, lalu setelah kita pantau kita lakukan analisis sejauh mana kebenaran suatu berita dan kerawanan berita itu,” ungkap Kepala Kesbangpol Jawa Tengah, Haerudin kepada Joglo Jateng, belum lama ini.

Baca juga:  Bupati Pemalang Ajak Pemilih Pemula Pilih Sesuai Idealisme

Tak sampai disitu, pihaknya juga akan langsung turun kelapangan jikalau mendapati kerawanan atas pemberitaan yang tersebar saat itu juga. Hal ini dilakukan agar tidak menimbulkan konflik bagi masyarakat.  Dalam hal ini Kesbangpol Jateng akan menggandeng beberapa komunitas diwilayah tersebut untuk dilakukan focus grup discussion (FGD).

“Nah ketika disitu ada suatu potensi kerawanan kita akan melakukan kunjungan lapangan dan kemudian kita lakukan FGD dengan komunitas-komunitas kita dan komunitas intelejen terutama untuk sama-sama mengantisipasi adanya kerawanan,” ujarnya.

Haerudin mengaku hal ini merupaka salah satu tantangan baru yag harus dihadapi Kesbangpol Jateng pada saat ini. Hal ini merujuk pada jumlah pemilih muda yang lebih besar. Dimana pemilih muda ini sangat dekat dengan kecanggihan teknologi yang dapat mengakses berita hanya melalui ponsel pintar mereka.

Baca juga:  Bawaslu Pemalang Gelar Rakor Kehumasan untuk Tingkatkan Kepercayaan Masyarakat

“Generasi muda ini sebagai agen perubahan, mereka memang harus menjadi pemilih kritis, pemilih yang berkualitas, dan tentu saja yang paling utama diharapkan adalah partisipasi aktifnya. Jangan golputlah, anak muda harus memilih,” ucapnya.

Selain itu, Kesbangpol Jateng juga selalu berusaha merangkul generasi muda khusunya mahasiwa melalui beberapa kegiatan yang digagasnya. Diantaranya melalui program PJ Sasmbang Kampus serta Kolaborasi bersama kelompok Cipayung Plus Jateng yang merupakan gabungan tujuh organisasi mahasiswa. “Perinsipnya generasi muda apalagi mahasiswa kita akan selalu gandeng,” tandasnya.

Haerudin pun mengaku hingga hari ini Provinsi Jawa Tengah terbilang kondusif. Pihaknya berharaplah dengan bantuan generasimuda dan awak media bisa bersama menjaga kondusifitas di lingkungan Jateng. (luk/gih)