Peran Umpan Balik dalam Meningkatkan Kemampuan Reflektif

Oleh: Soderi
Kepala SMP Negeri 2 Purbalingga

PERAN umpan balik tidak diragukan lagi sangat penting dalam profesi guru. Pemberian umpan balik yang efektif melalui supervisi akademik berdasarkan pengalaman mengajar merupakan elemen yang sangat penting dalam pengembangan guru reflektif.

Berpikir reflektif secara komprehensif didefinisikan sebagai proses reflektif, pendekatan berpikir, dan model berpikir yang mencakup kebutuhan untuk memikirkan implikasi moral dari tindakan seseorang (Choi and Lee, 2021).  Rodgers (2002) menjelaskan, berpikir reflektif terdiri dari empat kriteria. Pertama sebagai proses pembuatan makna, kedua sebagai cara berpikir yang teliti, ketiga sebagai kegiatan interaktif, dan terakhir sebagai seperangkat sikap.

Kegiatan supervisi kunjungan kelas baik pada saat pra-observasi, pengamatan kelas, maupun wawancara pasca observasi di SMP Negeri 2 Purbalingga menekankan peran penting dari umpan balik. kegiatan ini bertujuan untuk mengubah perspektif guru dalam praktik supervisi melalui penciptaan budaya umpan balik yang lebih positif.

Baca juga:  Guru Bangun Kepercayaan Diri pada Siswa Korban Bullying

Pemikiran reflektif, praktik reflektif, dan refleksi diri adalah alat untuk pengembangan profesional berkelanjutan dan ‘pengawasan diri (self supervision)’ (Majzikné dan Fischer, 2017). Salah satu tujuan kegiatan supervisi adalah mempersiapkan guru untuk pengembangan profesional secara mandiri melalui peningkatan kesadaran dan pemahaman tentang pentingnya memberi dan menerima umpan balik. Tradisi take and give umpan balik ini akan meningkatkan kemampuan refleksi diri dan analisis diri.

Mengembangkan sikap profesional yang sehat dalam hal ini sangat penting bagi para guru. Karena sebagian guru masih merasa kurang nyaman saat kegiatan supervisi. Terlebih lagi, praktik saling mengunjungi kelas dan memberi-menerima masukan antar rekan kerja untuk tujuan pengembangan profesional masih belum menjadi bagian dari budaya kerja sebagian guru.

Umpan balik memungkinkan guru untuk mengevaluasi dan meningkatkan kinerja mereka. Dengan menerima masukan dari berbagai sumber, seperti siswa, rekan guru, dan pimpinan sekolah, guru dapat mengidentifikasi area yang perlu ditingkatkan.

Baca juga:  Guru Bangun Kepercayaan Diri pada Siswa Korban Bullying

Setiap kelas memiliki siswa yang berbeda-beda dengan gaya belajar yang beragam. Umpan balik dapat membantu guru dalam menyesuaikan metode pengajaran mereka agar lebih efektif sesuai dengan kebutuhan individu siswa. Sehingga dalam hal ini akan terwujud personalisasi pengajaran.

Guru yang menerima umpan balik cenderung lebih terbuka terhadap perubahan dan inovasi dalam pendidikan. Ini bisa membantu mereka mengembangkan strategi baru yang lebih relevan dan menarik bagi siswa. Guru seringkali menghadapi berbagai tantangan dan kendala dalam lingkungan kelas. Umpan balik dapat membantu mereka mengidentifikasi masalah dan mencari solusi yang tepat.

Umpan balik dari siswa. Siswa adalah salah satu sumber umpan balik yang paling berharga. Guru dapat mengadakan sesi evaluasi kelas secara berkala, meminta siswa untuk memberikan umpan balik tentang pengajaran dan materi pembelajaran. Ini dapat dilakukan dengan cara survei atau wawancara individu dan bisa dilakukan setiap selesai pembelajaran atau setiap akhir semester dan tahun.

Baca juga:  Guru Bangun Kepercayaan Diri pada Siswa Korban Bullying

Kolaborasi dengan rekan guru. Guru dapat berdiskusi dengan rekan-rekan mereka dan saling memberikan umpan balik. Ini memungkinkan pertukaran ide dan pengalaman, serta membantu dalam identifikasi kekuatan dan kelemahan masing-masing.

Keterlibatan kepala sekolah. Kepala sekolah dapat memainkan peran yang penting dalam memberikan umpan balik kepada guru. Mereka dapat melakukan evaluasi kinerja rutin dan memberikan arahan yang konstruktif.

Menggunakan teknologi. Pemanfaatan teknologi seperti platform pembelajaran daring dan aplikasi survei dapat memudahkan pengumpulan dan analisis umpan balik.

Pentingnya umpan balik bagi guru tidak boleh diabaikan. Guru yang terbuka terhadap umpan balik dan berkomitmen untuk terus meningkatkan diri akan menjadi pilar utama dalam meningkatkan kualitas pendidikan. Dengan adanya umpan balik yang konstruktif, guru dapat lebih efektif membimbing siswa menuju keberhasilan akademik dan perkembangan pribadi yang optimal. (*)