Media Gambar Seri Tingkatkan Keterampilan Menulis Paragraf

Oleh: Lien Yuliwati, S.Pd.
Guru SDN 03 Kalirandu, Kec. Petarukan, Kab. Pemalang

BELAJAR adalah suatu proses yang benar-benar bersifat internal. Karena belajar merupakan suatu proses yang tidak dapat dilihat dengan nyata. Proses itu terjadi di dalam diri seseorang yang sedang mengalami belajar. Sedangkan faktor-faktor yang sangat erat hubungannya dengan proses belajar ialah kematangan, penyesuaian diri/adaptasi, menghafal/mengingat, berpikir, dan latihan.

Manusia adalah makhluk sosial dan budaya. Menurut Purwanto (2007:84), belajar sangat penting bagi kehidupan seorang manusia. Seorang anak (manusia) membutuhkan waktu yang lama untuk belajar sehingga menjadi manusia dewasa. Manusia selalu dan senantiasa belajar kapan pun dan dimana pun berada. Belajar secara optimal dapat dicapai bila siswa aktif di bawah bimbingan guru yang aktif pula.

Baca juga:  Guru Bangun Kepercayaan Diri pada Siswa Korban Bullying

Gagne & Briggs (1979) mengatakan bahwa pembelajaran adalah suatu sistem yang bertujuan untuk membantu proses pembelajaran. Berisi serangkaian peristiwa yang dirancang dan disusun sedemikian rupa untuk mempengaruhi dan mendukung terjadinya proses belajar peserta didik yang bersifat internal.

Pembelajaran merupakan kegiatan yang sengaja direncanakan dan dirancang sedemikian rupa dalam rangka memberikan bantuan untuk proses belajar. Dalam proses pembelajaran ada 2 unsur yang dapat mempengaruhi yaitu unsur internal dan eksternal. Unsur internal yaitu dari pembelajaran itu sendiri, sedangkan unsur eksternal meliputi hal-hal di luar pembelajaran yang dapat mempengaruhi sebuah proses pembelajaran diri sendiri.

Bahasa Indonesia merupakan mata pelajaran yang diberikan di sekolah untuk meningkatkan keterampilan siswa dalam menulis, membaca, dan berkomunikasi. Pembelajaran Bahasa Indonesia merupakan sebuah pembelajaran untuk meningkatkan kemampuan siswa dalam berkomunikasi dengan bahasa lisan maupun tulis.

Baca juga:  Guru Bangun Kepercayaan Diri pada Siswa Korban Bullying

Pembelajaran merupakan suatu kegiatan yang kompleks. Pembelajaran pada hakikatnya tidak hanya sekedar menyampaikan pesan. Tetapi juga merupakan aktivitas profesional yang menuntut guru dapat menggunakan keterampilan dasar mengajar secara terpadu serta menciptakan situasi efisien (Mashudi, Toha dkk, 2007). Oleh karena itu dalam pembelajaran guru perlu menciptakan suasana yang kondusif dan strategi belajar yang menarik minat siswa.

Oleh karena itu, guru kelas 1 SD Negeri 03 Kalirandu, Kecamatan Petarukan Kabupaten Pemalang menggunakan media gambar seri dalam menulis paragraf. Menurut Tarigan (2009:54), gambar seri pada hakikatnya mengekspresikan suatu hal yang berupa fakta gambar, bukan dalam bentuk bahasa. Sesuatu gambar atau gambar seri dapat dijadikan bahan penyusunan paragraf. Pesan tersirat dalam gambar tersebut dapat dinyatakan kembali dalam bentuk kata-kata atau kalimat.

Baca juga:  Guru Bangun Kepercayaan Diri pada Siswa Korban Bullying

Adapun langkah-langkah penggunaan media gambar seri dalam menulis paragraf yaitu dengan cara guru menampilkan gambar seri yang menarik sebanyak empat gambar melalui layar. Kemudian siswa memperhatikan gambar seri (berurutan) kemudian siswa disuruh menceritakan gambar tersebut dalam bentuk kalimat dengan kata-kata sendiri secara lisan.

Langkah berikutnya adalah menyusun kalimat berdasarkan gambar yang disajikan. Setelah pengurutan kalimat, selanjutnya adalah menghubungkan kalimat yang satu dengan kalimat yang lain, sehingga membentuk paragraf yang runtut.

Penggunaan media gambar seri dapat membantu siswa untuk memusatkan perhatian terhadap materi yang disampaikan. Selain itu, media gambar seri dapat mengembangkan daya berpikir siswa, dan dapat membantu siswa dalam menulis paragraf. (*)