Pembelajaran Audio Visual Tanamkan Perilaku Santun

Oleh: Murtingah, S.Pd.
Guru TK Pertiwi Kendalsari, Kec. Petarukan, Kab. Pemalang

ASSOCIATION for the Education Young Children (NAEYC) menyatakan bahwa definisi anak usia dini atau early childhood adalah anak yang berada pada usia nol sampai dengan delapan tahun. Masa tersebut merupakan proses pertumbuhan dan perkembangan dalam berbagai aspek dalam rentang kehidupan manusia. Proses pembelajaran terhadap anak harus memperhatikan karakteristik yang dimiliki dalam tahap perkembangan anak.

Setiap mahluk hidup membutuhkan pendidikan. Baik pendidikan formal, nonformal, maupun pendidikan informal. Pendidikan pada dasarnya adalah suatu proses yang membantu manusia untuk mengembangkan diri. Sehingga mampu menghadapi segala perubahan yang terjadi di dalam kehidupan.

Pendidikan anak usia dini (PAUD) merupakan dasar untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia. Oleh karena itu, peningkatan penyelenggaraan PAUD berperan penting dalam memajukan pendidikan di masa mendatang.

Baca juga:  Guru Bangun Kepercayaan Diri pada Siswa Korban Bullying

Pentingnya pendidikan anak usia dini bermula dari kesadaran bahwa masa kanak-kanak merupakan masa emas. Karena antara usia nol sampai lima tahun perkembangan fisik, motorik, dan bahasa anak mengalami percepatan yang pesat.

Selain itu, anak usia dua sampai enam tahun penuh dengan keseruan. Di PAUD, konsep belajar sambal bermain menjadi landasan yang membimbing anak untuk mengembangkan keterampilan yang lebih serba guna. Tujuannya agar anak tetap kuat dan terus berkembang menjadi manusia berkarakter yang berkualitas di masa depan.

Selain itu, tujuan PAUD adalah menjadikan anak memiliki perilaku santun dan akhlak mulia. Sehingga nilai-nilai budaya ketimuran yang memiliki budaya perilaku santun harus tetap dipertahankan. Oleh karena itu, guru PAUD berupaya menyajikan pembelajaran secara modern tanpa meninggalkan nilai-nilai budaya perilaku santun dengan menerapkan pembelajaran berbasis audio visual di TK Pertiwi Kendalsari.

Baca juga:  Guru Bangun Kepercayaan Diri pada Siswa Korban Bullying

Perilaku sopan santun adalah perilaku seseorang yang menjunjung tinggi nilai-nilai menghormati, menghargai, tidak sombong dan berakhlak mulia. Pembiasaan perilaku santun ini perlu ditanamkan sejak usia dini.

Wati (2016) menyatakan bahwa media audio visual adalah sebuah alat bantu yang dipergunakan dalam pembelajaran untuk membantu tulisan dan kata-kata yang diucapkan dalam menyampaikan pengetahuan, sikap, dan ide dalam pembelajaran. Penanaman perilaku santun dan akhlak mulia menjadi suatu hal yang penting. Maka dalam penyampaian materinya pun harus dipersiapkan. Dengan menggunakan media pembelajaran video visual, peserta didik tidak hanya mendengar, tetapi melihat. Sehingga selain bisa menirukan, juga bisa mencontoh.

Baca juga:  Guru Bangun Kepercayaan Diri pada Siswa Korban Bullying

Langkah yang dilakukan adalah guru memberikan video pembelajaran tentang ucapan terima kasih saat ditolong, mengucapkan kata maaf. Kemudian mengucapkan minta tolong saat meminta bantuan, dan lain sebagainya.

Setelah itu peserta didik dipandu oleh guru untuk mengulang-ulang kata-kata pendek serta menerapkan dalam kehidupan sehari-hari. Sehingga melalui pembelajaran audio visual ini, proses pembelajaran khususnya penanaman perilaku santun pada anak usia dini akan lebih jelas.

Dengan begitu, peserta didik dapat mengikuti proses pembelajaran dengan baik tanpa ada kesalahpahaman dalam penerimaan materi. Selain mendengar, peserta didik juga dapat melihat secara langsung melalui media audio visual. (*)