Pati  

Harga Cabai Masih Tinggi, Produksi Menurun Penyebabnya

BERJUALAN: Salah satu pedagang yang menjual cabe di Pasar Puri Pati, belum lama ini. (LUTHFI MAJID/JOGLO JATENG)

PATI, Joglo Jateng – Harga cabai di sejumlah pasar tradisional di Kabupaten Pati mengalami kenaikan selama beberapa pekan terakhir ini. Kondisi tersebut akibat dampak musim kemarau panjang yang membuat produksi komoditas tersebut menurun.

Berdasarkan data harga bahan pokok dari Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disdagperin) Pati per 9 November 2023, ada dua jenis cabai mengalami kenaikan harga. Yakni cabai merah keriting dan cabai merah besar teropong.

Iduladha

Cabai merah keriting mengalami kenaikan sebesar Rp 5 ribu atau 7,14 persen. Dari sebelumnya yang seharga Rp 65 ribu naik menjadi Rp 70 ribu.

Baca juga:  Jelang Pilkada, Bawaslu Pati Lantik 63 Panwascam

cabai merah besar teropong juga mengalami kenaikan harga yang sama. Yakni sebesar Rp 5 ribu atau naik 7,14 persen. Dari harga sebelumnya sebesar Rp 65 ribu naik menjadi Rp 70 ribu.

Kepala Bidang (Kabid) Perdagangan pada Disdagperin Pati, Koeswantoro mengatakan kenaikan dua jenis cabai tersebut imbas kemarau panjang. Sebab, produksi cabai dari petani menurun.

“Kenaikan disebabkan karena pasokan barang berkurang dan harga jual dari pedagang pengumpul naik. Sehingga pedagang di pasaran menaikkan harganya ke konsumen,” ucap Koeswantoro, Kamis (9/11/23).

Meksipun harga cabai mengalami kenaikan, ia menyebut stok komuditas tersebut masih cukup tersedia di pasaran. Meskipun tidak disebutkan pasokan setiap harinya.

Baca juga:  Polisi Dalami Asal Mula Mobil di Rental Sampai Sukolilo

Sementara itu, salah satu pedagang di Pasar Puri Baru, Lia mengatakan, kenaikan cabai terjadi beberapa pekan terakhir. Ia menyebut kenaikan harga komoditas itu terjadi secara

“Sebelum harganya masih normal. Tapi Minggu-minggu ini harga naik-naik terus hingga ada yang Rp 70 ribu,” ujar dia. (lut/fat)

DPRD Batang