Dewan Harapkan HKN Jadi Ajang Kebangkitan Kesadaran

Anggota Komisi D DPRD Pemalang dr. Irma Suryani Widyastuti
Anggota Komisi D DPRD Pemalang dr. Irma Suryani Widyastuti. (UFAN FAUDHIL/JOGLO JATENG)

PEMALANG, Joglo Jateng – Menyuarakan aspirasi masyarakat, Komisi D Bidang Kesejahteraan Masyarakat DPRD Pemalang mengajak seluruh masyarakat untuk ikut serta dalam perayaan Hari Kesehatan Nasional (HKN) ke-59 di 2023 ini. Di mana pihaknya ingin menjadikan HKN menjadi ajang kebangkitan kesadaran masyarakat akan pentingnya menjaga kesehatan.

Anggota Komisi D DPRD Pemalang dr. Irma Suryani Widyastuti mengatakan, HKN merupakan salah satu acara di mana masyarakat diingatkan kembali untuk lebih memperhatikan kesehatan jiwa dan raga mereka. Sebab, dalam rangkaian acara HKN, biasanya Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pemalang selalu mengadakan acara tentang kesehatan, sehingga masyarakat bisa ikut memeriksakan kesehatan mereka.

Baca juga:  KPU Pemalang Tekankan PPK Bekerja Maksimal dan Pahami Aturan Pemilu

“HKN ini jadi ajang kita para tenaga kesehatan, saya salah satunya untuk mengingatkan kepada masyarakat agar memahami arti penting kesehatan jiwa dan raga mereka. Sebab, kesehatan ini menentukan produktivitas seseorang. Jika mereka sehat, maka akan semakin produktif untuk bersama membangun negara,” ucapnya.

Pada momentum ini, ia menuturkan bahwa Pemalang sekarang masif berfokus pada penanganan stunting. Dengan melakukan screening di seluruh desa, bersama para kader posyandu serta bidan desa kepada ibu dan balita untuk memastikan pertumbuhan optimal pada tubuh anak, dengan cara memberikan gizi seimbang kepada mereka.

Baca juga:  Galangkan Dukungan Politik, Bobi Mencoba Bermanuver di Gerindra

Walaupun begitu, masih minimnya kesadaran masyarakat menjadi salah satu alasan mengapa penanganan stunting belum optimal hingga sekarang. Padahal saat ini masyarakat sangat mudah mendapatkan layanan kesehatan bahkan bantuan untuk bahan pangan dalam rangka memenuhi gizi keluarga.

“Per rukun warga (RW) kita sudah sediakan alat untuk mengukur gizi anak-anak lengkap. Dan bidan desa juga mendapatkan tugas agar bisa menyediakan makanan pendamping untuk memberikan gizi seimbang kepada anak. Tapi semua itu tidak mampu mementaskan stunting jika masyarakat tidak mau bersinergi bersama,” ujarnya. (fan/abd)