Dukung Pelestarian Lingkungan dan Kesehatan Masyarakat, KKN UIN Walisongo Tanam Toga di Desa Ngajaran

mahasiswa KKN Reguler Angkatan 81 Posko 12 UIN Walisongo Semarang
AKTIVITAS: Penanaman Toga oleh mahasiswa KKN Reguler Angkatan 81 Posko 12 UIN Walisongo di RT 01/RW 02 Dukuh Nalirojo, Desa Ngajaran, Kecamatan Tuntang, Kabupaten Semarang, Minggu (12/11/23). (DOK. PRIBADI/JOGLO JATENG)

SEMARANG, Joglo Jateng – Untuk mendukung pelestarian keanekaragaman hayati di Indonesia, mahasiswa KKN Reguler Angkatan 81 Posko 12 UIN Walisongo Semarang berinisiatif untuk mengadakan penanaman Toga (tanaman obat keluarga) di RT 01/RW 02 Dukuh Nalirojo, Desa Ngajaran, Kecamatan Tuntang, Kabupaten Semarang, pada Minggu (12/11/23).

Tujuan dilakukannya kegiatan ini yaitu untuk membantu mengembangkan secara maksimal program kerja desa yang sudah ada sebelumnya.

“Sebenarnya sudah pernah dilakukan penanaman Toga di sekitar RT 01. Tapi karena minimnya bibit yang dimiliki dan kurangnya perawatan jadi ada beberapa jenis tanaman yang mati,” jelas Istri Ketua RT 01/RW 02, Elisabeth.

Baca juga:  Berantas DBD, KKN Posko 41 UIN Walisongo Gelar Pemeriksaan Jentik Nyamuk di Kelurahan Pedurungan Kidul Semarang

Dari masalah tersebut, mahasiswa KKN UIN Walisongo Semarang berinisiatif untuk meramaikan dan menghidupkan kembali taman Toga serta mengadakan belajar bersama mengenai manfaat Toga bersama ibu-ibu PKK.

Toga yang ditanam bersama warga sekitar di antaranya kunyit, lengkuas, sirih, serai, dan pohon keci beling yang bermanfaat untuk mengobati penyakit batu ginjal atau sulit buang air kecil.

“Kegiatan penanaman Toga ini dilakukan sebagai salah satu bentuk memberdayakan keanekaragaman hayati yang nantinya dapat bermanfaat untuk warga sekitar untuk membuat obat tradisional sendiri,” tutur Siska selaku Devisi Kesehatan dan Lingkungan KKN Posko 12. (*/mg4)