Tegakkan Kedisiplinan, Rapikan Rambut Siswa

DISIPLIN: Beberapa siswa MAN 1 Sleman saat dilakukan pemotongan rambut oleh salah satu barbershop di Gedung Ketrampilan Sekolah, belum lama ini. (DOK SEKOLAH/JOGLO JOGJA)

PERATURAN sekolah harus di ditegakkan untuk menjadikan siswa yang disiplin dan taat aturan, salah satunya terkait rambutnya. Dalam kegitan melaksanakan kedisiplinan itu MAN 1 Sleman mengundang salah satu barbershop profesional di wilayahnya untuk menindak siswa putra yang kedapatan berambut panjang.

Nantinya seluruh siswa akan dilakukan pengecekan rambut jika ketahuan akan dilakukan pemangkasan rambut di Gedung Ketrampilan sekolah. Dalam kegiatan itu, total ada 60 siswa putra untuk dirapikan dan dipangkas rambutnya oleh 8 kapster barbershop.

Wakil Kepala Urusan Kesiswaan MAN 1 Sleman Ernawati mengatakan, kegiatan ini merupakan sebuah rangkaian tahapan dalam mendisiplinkan siswa. Di mana peraturan kedisiplinan tersebut untuk membentuk karakter siswa, terutama mengenai rambut siswa laki-laki

Baca juga:  Tutup Akhir Semester dengan Perlombaan Tim

“Sebelum diadakan kegiatan potong rambut ini, dari kesiswaan sudah memberikan edaran satu pekan sebelumnya untuk merapikan rambut serta melengkapi atribut seragam yang belum lengkap,” ungkapnya.

Erna juga berpesan kepada siswa putra untuk terus menjaga dan menaati kedisipinan serta kerapian. Dimana siswa laki-laki di lingkungan sekolah harus rapi tidak boleh gondrong.

“Saya berpesan untuk semua siswa untuk selalu menjaga dan menaati kedisiplinan terutama kerapian rambut, karena kerapian  rambut merupakan salah satu indikator kedisiplinan siswa MAN 1 Sleman, jika rambut rapi maka akan enak dipandang, lebih mencerminkan siswa Madrasah juga,” terangnya.

Baca juga:  Status Gunung Merapi Siaga Darurat, Warga Diminta Waspada

Sementara itu, salah satu Guru BK MAN 1 Sleman Angga Febiyanto, menambahkan, kegiatan ini merupakan salah satu wujud keseriusan pihak sekolah dalam upaya mendukung kedisipinan dan juga penerapan BK yang humanis.

“Sekoah selalu mendukung setiap upaya yang dilakukan demi mewujudkan kedisiplinan siswa, kegiatan ini juga sebagai bukti bahwa kegiatan BK harus bersifat humanis, masih banyak guru BK di luar sana yang masih melakukan razia rambut dan memotongnya sendiri, sehingga hasilnya kurang rapi serta menimbulkan rasa kecewa dan marah dari siswa,” pungkasnya. (riz/all)