Imbau Warga Luar Kota Segera Daftar Pindah Memilih

Ketua KPU Bantul Joko Santosa
Ketua KPU Bantul Joko Santosa. (JANIKA IRAWAN/JOGLO JOGJA)

BANTUL, Joglo Jogja – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Bantul mengimbau masyarakat luar kota yang saat ini berada di Bantul, untuk segera mendaftarkan diri pindah memilih (PM). Sehingga, hal-hal yang tidak diinginkan seperti kekurangan surat suara dapat segera diatasi.

Ketua KPU Bantul Joko Santosa mengatakan, pihaknya terus melakukan upaya sosialisasi ke kampus dan pesantren yang ada di Bantul untuk segera mendaftar. Baik bagi para mahasiswa maupun siswa-siswi di pesantren yang telah memiliki Kartu Tanda Penduduk (KTP).

“Kami telah melakukan sosialisasi ke tempat-tempat yang berpotensi suara paling banyak untuk PM, seperti kampus dan pesantren. Serta masyarakat luar kota lainnya yang saat ini berdomisili di Bantul,” ungkapnya.

Baca juga:  Bupati Pemalang Ajak Pelajar Gunakan Hak Pilih Secara Bijak

Pihaknya mengungkapkan, warga luar kota yang tidak bisa pulang daerah asal untuk menyalurkan suaranya, bisa mendaftarkan diri untuk PM. Baik melalui KPU, kapanewon, maupun kalurahan.

“Kami mengimbau warga yang pindah domisili agar segera melapor dan mendaftarkan diri melalui pelayanan yang tersedia. Syaratnya, terdaftar sebagai pemilih tetap, bukti surat dari kampus jika sedang mengikuti proses belajar mengajar. Dengan tenggat waktu yang tersedia sampai 15 Januari 2024,” tambahnya.

Selanjutnya, per Oktober lalu sudah ada 127 orang laki-laki dan 144 perempuan yang telah mendaftar PM, dengan jumlah totalnya sebanyak 271 orang. Selain itu, ada beberapa kampus yang libur pada saat Pemilu 2024 berlangsung. “Jadi mereka masih ragu untuk memilih di Bantul atau daerah masing-masing,” imbuhnya.

Baca juga:  Forkopimda Jepara Sepakat Wujudkan Pemilu Damai

Sementara itu, pihaknya terus mengingatkan untuk segera mendaftar PM. Sehingga hal-hal yang tidak diinginkan seperti kekurangan kartu suara biasa bisa diatasi semaksimal mungkin.

“Kalau yang bersangkutan sekarang mendaftarkan diri, maka surat suaranya terplotkan. Bahkan, kami sedang mendata calon peserta pemilu yang meninggal setelah ditetapkan sebagai Daftar Pemilih Tetap (DPT). Sehingga surat suaranya dapat dialihkan,” pungkasnya.(cr13/sam)