Mahasiswa KKN UIN Walisongo Adakan Edukasi Lingkungan melalui Penanaman Biopori di Desa Karanganyar

FOTO BERSAMA: Mahasiswa KKN Reguler Angkatan 81 Posko 10 UIN Walisongo bersama warga Dusun Gentan dan Perumahan Villa Bukit Tuntang, Desa Karanganyar, Kecamatan Tuntang, Kabupaten Semarang usai melakukan kegiatan penanaman biopori, Rabu (15/11/2023). (DOK. PRIBADI/JOGLO JATENG)

SEMARANG, Joglo Jateng – Untuk memberikan edukasi lingkungan kepada masyarakat, mahasiswa KKN Reguler Angkatan 81 Posko 10 UIN Walisongo Semarang bersama-sama menanam lubang resapan biopori di Dusun Gentan dan Perumahan Villa Bukit Tuntang, Desa Karanganyar, Kecamatan Tuntang, Kabupaten Semarang pada Rabu (15/11).

Kegiatan ini ditujukan untuk memfasilitasi warga desa dalam peluasan area resapan air dan mengatasi genangan-genangan air pada musim hujan. Penanaman difokuskan pada dusun yang secara topografinya kurang memiliki area resapan yang baik.

Ketua pelaksana, Putri Rabiatul Adawiyah mengatakan bahwa biopori merupakan teknologi multifungsi, yaitu sebagai teknologi untuk memperluas area resapan air dan tempat mengolah sampah organik menjadi pupuk kompos.

Program ini pun mendapat sambutan yang hangat dari warga desa karena saat ini telah memasuki musim penghujan.

“Kami warga perumahan sangat terbantu dengan biopori ini karena area yang kami tinggali hampir seluruhnya tertutup oleh semen sehingga area resapan airnya terbatas,” ucap Arso, selaku Ketua RW Perumahan Desa Karanganyar.

Karang Taruna Desa Karanganyar, warga Dusun Gentan, dan warga Perumahan Villa Bukit Tuntang juga turut terlibat dalam kegiatan ini.

Kegiatan dibuka dengan seminar biopori dan dilanjutkan dengan praktik langsung pembuatan biopori. Pembuatan biopori tegolong sederhana. Alat yang dibutuhkan di antaranya berupa pipa PVC, bor biopori, linggis, dan tutup dop pipa.

Warga diarahkan untuk menggali lubang dengan bor biopori sedalam pipa PCV yang akan ditanam. Kemudian pipa PVC ditanam dan ditutup dengan penutup pipa.

Lubang-lubang yang dibuat ditargetkan berjumlah 10 dan tersebar di Dusun Gentan dan Perumahan Villa Bukit Tuntang.

“Daerah sini memang sering ada genangan air kalau masuk musim hujan. Jadi penanaman biopori cocok untuk mengatasi permasalahan tersebut,” tutur Dwi Utomo selaku Kepala Dusun Gentan.

Ia berharap, setelah program kerja ini masyarakat dapat mempraktikan pembuatan biopori secara mandiri. (*/mg4)