UMY Bahas Prospek UMKM di Indonesia dan Malaysia

Dosen IPIEF UMY Dr. Abdullah M. Al-Ansi
Dosen IPIEF UMY Dr. Abdullah M. Al-Ansi. (HUMAS/JOGLO JOGJA)

BANTUL, Joglo Jogja – Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) melalui International Program for Islamic Economics and Finance (IPIEF) menggelar Collaboration Visit dan International Guest Lecture, beberapa waktu lalu, di gedung Pascasarjana UMY. Dengan membahas prospek UMKM di Indonesia dan Malaysia, dalam mendongkrak Produk Domestik Bruto (PDB).

Dosen University Teknologi Mara (UITM) Malaysia Norazlan menjelaskan, krusialnya posisi UMKM di perekonomian Malaysia. Terkhususnya bagi generasi muda, termasuk dalam penyerapan tenaga kerja.

“Jika berbicara mengenai UMKM, banyak orang masih beranggapan bisnis yang berskala kecil tidak memberikan dampak penyerapan tenaga kerja. Persepsi ini didukung dengan keinginan para lulusan universitas untuk bekerja di perusahaan yang lebih besar,” ucapnya.

Akan tetapi, lanjutnya, kenyataannya UMKM memberikan lapangan pekerjaan bagi 60 persen lebih lulusan baru di Malaysia. Ini menjadi gambaran, usaha berskala kecil akan menciptakan lebih banyak peluang. Bahkan, sejauh ini telah berkontribusi terhadap 37.1 persen dari total PDB Malaysia.

“Keterlibatan generasi muda dalam perekonomian di Malaysia dapat diukur melalui aktivitas kewirausahaan, termasuk UMKM. Tercatat, ada 17.2 persen generasi muda dari seluruh aktivitas kewirausahaan di 2023. Angka ini merupakan representasi motivasi dan semangat para generasi muda, dalam memulai usaha,” tuturnya.

Sementara itu, Dosen IPIEF UMY Dr. Abdullah M. Al-Ansi juga memiliki opini serupa. Dengan menekankan signifikansi dari generasi muda melalui UMKM, memberikan kontribusi besar di bidang perekonomian.

“Jika melihat demografi di Indonesia, kepemilikan UMKM oleh generasi muda terbilang menjanjikan. Yaitu sekitar 37.71 persen merupakan generasi milenial. Bahkan, sudah ada generasi Z sebesar 1.62 persen,” ungkapnya.

Menurutnya, komposisi generasi muda yang cukup besar sangat menguntungkan. Mengingat mereka lebih menguasai perkembangan teknologi. “Penguasaan teknologi digital penting dalam melakukan marketing dan promosi, dengan memanfaatkan internet of things,” pungkasnya.(cr13/sam)