Pj. Bupati Kudus Jamin Seleksi PPPK Tanpa KKN

BERSAMA: Pj Bupati Kudus, Bergas Catursasi Penanggungan bersama Pj Setda dan Kepala BKPSDM pada hari pertama seleksi, Sabtu (18/11). (MUHAMMAD ABU YUSUF AL BAKRY/JOGLO JOGJA)

SURAKARTA, Joglo Jateng – Pemerintah Kabupaten Kudus telah melaksanakan seleksi kompetensi dasar (SKD), dengan metode computer assisted testing (CAT) penerimaan Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) 2023. Seleksi itu berlangsung di Auditorium Universitas Sebelas Maret, akhir pekan lalu.

Dalam pelaksanaan seleksi ini, Penjabat (Pj) Bupati Kudus, Bergas Catursasi Penanggungan menjamin bebas dari kolusi, korupsi dan nepotisme (KKN). Karena semua nilai yang keluar real time dan dapat diakses publik.

“Pelaksanan seleksi tidak ada titipan, KKN maupun uang. Apabila ada yang menjanjikan pakai uang atau titipan, jangan dipercaya,” tegasnya.

Selain itu, Bergas juga mengucapkan terima kasihnya kepada UNS dan BKN Jogjakarta, dan para panitia P3K kabupaten Kudus. Sebab, seleksi ini adalah bagian upaya memenuhi kebutuhan personel di Kudus. Ia berharap kebutuhan formasi di Kudus dapat memenuhi kuota.

Baca juga:  Pj Bupati Jepara Dukung Pencananganan Kampung Kartini Tangguh di Tegalsambi

“Masalah lulus kita kembalikan ke mereka semoga lulus semua. Ini menjadi historis bagi mereka dan kita,” pungkasnya.

SCREENING: Panitia tengah melakukan screening kepada peserta sebelum memasuki ruang seleksi, akhir pekan lalu.

Sementara itu, Kepala BKSDM Kabupaten Kudus, Putut Winarno menjelaskan, ada sebanyak 1.709 orang peserta yang mengikuti seleksi SKD di Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta. Mereka memperebutkan 507 lowongan yang ada.

Pelaksanaan seleksi PPPK selama dua hari ini jumlah peserta sebanyak 1.709. Nantinya yang dibutuhkan itu, guru, kesehatan dan fungsional. “Untuk jumlah yang ikut test pada 18 November dan 19 November 2023 ini sebanyak 1.709 peserta. Kuota 507 mencakup itu semua,” ucapnya kepada Joglo Jateng.

Baca juga:  Jamal Luthfi Beberkan Manuver Partai Politik Jelang Pilkada

Kemudian, kata Putut, pelaksanaan seleksi PPPK yang dilaksanakan di UNS Solo juga tergabung bersama peserta dari Kabupaten Blora. Untuk tes ada tiga sesi yang diikuti ribuan peserta. Pada (18/11), ada sebanyak 152 yang ikut seleksi. Lalu, sesi kedua dan ketiga total sebanyak 800 peserta.

Nantinya akan ada tes berikutnya, yang dilaksanakan selain di UNS. Yaitu, Kantor Regional Jogjakarta. Tepatnya di Jogja Expo Center yang diikuti sebanyak 156 peserta. Tahap tersebut dilaksanakan pada 24 November 2023 disesi kedua hari Jumat.

SIAP: Tampak para peserta sedang diberikan arahan untuk persiapan test PPPK, akhir pekan lalu.

Dilain sisi, ia mengingatkan, jika ada salah seorang memberikan janji untuk bisa memasukkan sebagai PPPK itu tidak ada dan hoax. Sebab, seleksi tersebut untuk pengerjaan sistemnya melalui CAT. Begitu soal selesai dikerjakan, maka nilai langsung muncul.

Baca juga:  Sinoeng Mantap Pensiun Dini, Bima Ajukan Cuti

“Kalau ada yang menjanjikan bisa untuk memasukkan tidak ada. Tentunya atas usaha diri sendiri dan doa. Karena sistem CAT begitu dikerjakan nilai muncul,” tandasnya.

Sementara itu, jika untuk mengantisipasi terjadinya peserta joki tentu dirasa tidak ada. Sebab, Pemkab Kudus sudah melakukan serangkaian operasional yang ketat. Seperti, screening salah satunya. (cr12/hms/fat)