Diskoperindag Pemalang Gencarkan Sidang Tera

KELILING: Para petugas Tera saat mendatangi langsung para pedagang untuk proses Sidang Tera di Pasar Comal, Rabu (22/11/23). (DOK. PRIBADI/JOGLO JATENG)

PEMALANG, Joglo Jateng – Sesuai dorongan dari DPRD Pemalang, Diskoperindag Pemalang mengebut penerimaan retribusi sidang tera yang ditargetkan Rp 110 juta di 2023 ini. Hal tersebut terlihat dari pelaksanaan sidang tera yang terus digelar secara intensif di sejumlah pasar di Kabupaten Pemalang, dari wilayah selatan hingga timur.

Petugas Tera Diskoperindag Pemalang Bambang Triatmojo menuturkan, hingga akhir tahun, pihaknya bersama teknisi timbangan akan terus melaksanakan kegiatan ke berbagai pasar di Pemalang. Tujuannya agar transaksi jual beli antara pedagang dan pembeli tidak ada kecurangan, terutama pada hasil timbangan.

Baca juga:  Waspada Penyelenggara Lomba Abal-abal! Disdik Semarang Imbau Orang Tua Teliti Rekomendasi dan Legalitas

“Betul kita akan terus melakukan kegiatan Tera, dan ini merupakan kegiatan sidang ke-7 yang kita gelar di pasar tradisional di tahun ini. Mudah-mudahan bisa membantu setiap pedagang agar tercipta kepercayaan dalam transaksi jual beli,” ujarnya.

Dalam setiap pelayanan, ia menuturkan petugas mematok tarif sebesar Rp 35 ribu dengan rincian Rp 15 ribu untuk retribusi dan Rp 20 ribu biaya reparasi timbangan. “Pada prosesnya para pedagang akan di datangi oleh petugas Tera, lalu timbangan mereka akan di uji apakah sesuai atau tidak, bila tidak maka dipersilahkan untuk ke lokasi bengkel dan selama proses reparasi pedagang akan di pinjamkan timbangan yang sudah di sediakan oleh Diskoperindag,” tutur Mojo.

Baca juga:  Aplikasi PPGB Diluncurkan, Dinkes Yogyakarta Upayakan Penanganan Stunting Dini

Sementara itu, Kepala Seksi Distribusi dan Perlindungan Konsumen Tiyas Kusbudiarsih yang menuturkan bahwa pihaknya akan terus kebut penerimaan retribusi daerah pada Sidang Tera hingga akhir tahun nanti. Dorongan itu dilakukan setelah melihat sektor Tera menjadi salah satu penerimaan yang besar terutama di bidang pasar untuk Pendapatan Asli Daerah (PAD).

“Setelah tahun kemarin kita berhasil melampaui target bahkan mendapatkan PAD lebih dari Rp 100 juta, 2023 ini Diskoperindag terutama pada penerimaan retribusi tera dinaikan targetnya. Melihat itu maka akan terus kami kebut hingga akhir tahun nanti, di mana penerimaan hingga November ini angkanya sudah mencapai Rp 70 juta untuk PAD Pemalang,” ujarnya. (fan/abd)