Samsat Kota Semarang Genjot Sosialisasi Kepatuhan PKB

SUASANA: Sosialisasi kepatuhan Pajak Kendaraan Bermotor (PKB) di Kecamatan Gajahmungkur Semarang, Rabu (22/11/23). (LU'LUIL MAKNUN/JOGLO JATENG)

SEMARANG, Joglo Jateng –  Dalam upaya mengimplementasikan inovasi yang dimiliki, Samsat II Kota Semarang menggelar sosialisasi bertajuk ‘Masyarakat Melek Pajak’ dengan menggandeng puluhan warga Kecamatan Gajahmungkur. Hal tersebut sebagai bentuk upaya agar masyarakat di Kota Semarang patuh dalam membayar pajak kendaraanya.

Kepala Seksi (Kasi) Pajak Kendaraan Bermotor (PKB) Samsat II Kota Semarang, Widasena menyebut, pihaknya telah melakukan kegiatan serupa sebelumnya yang berlangsung di Kecamatan Tembalang. Nantinya kegiatan serupa bakal dilaksanakan di seluruh wilayah kerja Samsat II Kota Semarang.

“Nanti kami menuju Kecamatan Candisari, Kecamatan Semarang Selatan, dan Kecamatan Banyumanik, kami juga mengajak Bhabinkamtibmas sebagai penggerak masyarakat,” ujar Sena saat ditemui di Kantor Kecamatan Gajahmungkur, Rabu (22/11/23).

Baca juga:  Masa Tenang, Bawaslu Kota Semarang Fokuskan Pembersihan APK

Melalui kegiatan ini, pihaknya menggandeng kepolisian dan Jasa Raharja. Harapannya peserta yang hadir dapat lebih memahami lebih jauh manfaat dari pembayaran PKB itu sendiri.

“Kami mengajak pihak kepolisian biar masyarakat tahu bea balik nama itu bagaimana atau mencabut berkas itu seperti apa. Dan dari Jasa Raharja memberi sosialisasi kalau terjadi kecelakaan santunanya seperti apa, hal-hal itu belum tersampaikan selama ini,” jelasnya.

Lebih lanjut, dalam kesempatan tersebut turut disampaikan berbagai informasi terkait beberapa program yang ada di Bapenda Jateng. Salah satunya adalah program pembebasan denda PKB hingga 22 Desember 2023 mendatang.

Baca juga:  BNNP Jateng Ungkap Kasus Peredaran Ganja di Kampus

“Ada program pembebasan denda dari 15 November 2023 sampai 22 Desember 2023. Bea balik nama kedua dan pajak progresif kita bebaskan. Termasuk pajak pokok kelima atau lebih,” tandas Sena.

Salah satu warga Gajahmungkur, Feri Santarianto mengaku pihak Samsat, kepolisian, maupun Jasa Raharja mampu menerangkan dengan baik. Feri berharap kesadaran warga untuk membayar PKB dapat meningkat. Utamanya terkait dengan kecelakaan lalu lintas di perjalanan.

“Tadi kepolisian dan Jasa Raharja menyosialisasikan kendaraan yang pajaknya mati lima tahun. Nanti ada apa-apa semisal kaya kecelakaan itu kan kalau pajaknya mati tidak bisa di-cover,” ujar Feri. (luk/gih)