Singgih Pastikan UMK Yogyakarta Lebih Tinggi se-DIY

Pj Wali Kota Yogyakarta, Singgih Raharjo
Pj Wali Kota Yogyakarta, Singgih Raharjo. (RIZKY ADRI KURNIADHANI/JOGLO JOGJA)

KOTA, Joglo Jogja – Pemerintah Kota Yogyakarta memastikan jumlah Upah Minimum Kota (UMK) mengalami peningkatan dan lebih tinggi dari pada kabupaten lain di DIY. Meskipun upaya itu masih dalam perhitungan untuk mencapai besaran UMK pastinya.

Penjabat (Pj) Wali Kota Yogyakarta Singgih Raharjo mengatakan, setelah ditentukannya Upah Minimum Provinsi (UMP), Pemkot Yogykarta harus gerak cepat untuk malakukan perhitungan dalam menentukan besaran jumlah UMK di wilayahnya. Sedangkan untuk UMP telah ditetapkan, Selasa (21/11) kemarin, dengan kenaikan 7,25 persen. Di mana, dari yang sebelumnya Rp1.981.782, sekarang menjadi Rp2.125.897

Baca juga:  Mahasiswa Dilibatkan dalam Pengawasan Jalannya Pemilu

“Sekarang sedang berproses menentukan besaran kabupaten dan kota, setelah mendapatkan informasi dari Pak Gubernur. Saat ini sedang melakukan perhitungan sesuai dengan PP 51 2023,” ungkapnya dalam jumpa pers di Balai Kota, Rabu (22/11).

Ia menambahkan, nantinya sebelum 28 November ini, pihaknya akan memberikan besaran upah minimum di Kota Yogyakarta yang telah ditentukan ke provinsi. Di mana pihaknya masih harus menghitungkan dengan matang dengan melibatkan berbagai pihak.

“Pasti naik untuk kenaikannya berapa kita tunggu perhitungannya. Karena kita harus diskusi dengan dewan keuangan sehingga harus menunggu proses. Saya pastikan jumlahnya akan lebih tinggi daripada kabupaten yang ada di DIY,” paparnya.

Baca juga:  Momen Haul Gus Dur di Bantul Diharapkan Bersih Politik Uang

Sebagai informasi Berdasarkan Surat Keputusan Gubernur DIY No. 384 tahun 2023 tertanggal 21 November 2023, Upah Minimum Provinsi (UMP) DIY tahun 2024 naik sebesar 7,27 persen atau Rp 144.115,22, menjadi Rp 2.125.897,61. Besaran kenaikan tahun ini tercatat lebih tinggi daripada besaran kenaikan di tahun 2023.

Sekretaris Daerah DIY Beny Suharsono menjelaskan, penetapan tersebut dilakukan berdasarkan kajian anggota Dewan Pengupahan DIY dari unsur Pakar dan Akademisi. Dengan mempertimbangkan kondisi perekonomian di DIY, khususnya laju inflasi.

“Tahun ini kenaikan cukup UMP signifikan walaupun di sana-sini ada dinamika yang muncul. Sementara untuk UMK semestinya lebih tinggi daripada UMP. Nanti tanggal 30 November UMK se-DIY akan diumumkan oleh Bapak Gubernur,” pungkasnya. (riz/all)