Tingkatkan Pemahaman Materi Bilangan Kurikulum Merdeka dengan Pendekatan Number Sense

Oleh: Khalifatul Unsa, S.Pd
Guru SD N 1 Sidigede, Kec. Welahan, Kab. Jepara

PERUBAHAN kurikulum memang dibutuhkan. Karena posisi kurikulum menjadi acuan semua pendidik ketika menyusun, melaksanakan, dan mengevaluasi pembelajaran yang harus mampu menjawab tantangan zaman saat ini hingga masa mendatang.

Terdapat berbagai pandangan mengenai perubahan yang harusnya dilakukan pemerintah. Di antaranya cukup melakukan penyempurnaan pada kurikulum yang sudah ada atau perlu dilakukan pergantian total hingga mengubah nama kurikulum. Terlepas dari hal tersebut, semua satuan pendidikan tetap wajib mengikuti arahan pemerintah untuk menentukan pilihan kurikulum yang akan diterapkan di masing-masing sekolah. Salah satunya adalah Kurikulum Merdeka.

Kurikulum Merdeka memiliki beberapa hal menarik dan sangat menjanjikan untuk dapat menjawab permasalahan pendidikan seperti saat ini. Seperti learning loss akibat terlalu lama menggunakan sistem daring.

Baca juga:  Guru Bangun Kepercayaan Diri pada Siswa Korban Bullying

Beberapa penegasan dalam pelaksanaan Kurikulum Merdeka juga penulis anggap sangat cocok untuk mengembangkan number sense siswa. Di antaranya adalah: 1) Pengembangan kemampuan nonteknis dan karakter mendapat porsi khusus melalui pembelajaran berbasis proyek (PjBL). 2) Upaya menumbuhkan profil pelajar Pancasila. Terutama pada profil mandiri, berpikir kritis, dan kreatif. 3) Fleksibilitas bagi guru untuk melakukan pembelajaran yang sesuai dengan kemampuan murid dan melakukan penyesuaian dengan konteks dan muatan lokal sehingga bisa berfokus pada materi esensial.

Perbaikan kurikulum di Indonesia yang cukup sering dilakukan mengakibatkan lahirnya suatu istilah yang melekat di masyarakat, yakni ‘ganti menteri, ganti kurikulum’. Adanya pandemi berpengaruh pada kurikulum di Indonesia.

Baca juga:  Guru Bangun Kepercayaan Diri pada Siswa Korban Bullying

Saat ini kementerian pendidikan Indonesia menawarkan hingga tiga jenis kurikulum yang dapat dipilih oleh masing-masing sekolah. Ketiga kurikulum tersebut adalah Kurikulum 2013, Kurikulum Darurat, dan Kurikulum Prototipe.

Kurikulum Prototipe kemudian diresmikan dengan nama Kurikulum Merdeka pada 11 Februari 2022 lalu. Kurikulum Merdeka menjadi kurikulum terbaru yang diberlakukan di Indonesia.

Permasalahan tentang kemampuan memahami bilangan tidak hanya didapati pada siswa sekolah. Beberapa peneliti menguji kemampuan number sense yang telah dimiliki terhadap calon guru.

Terdapat hasil penelitian yang melaporkan bahwa calon guru belum memiliki kemampuan mengolah bilangan yang baik. Salah satu penyebab hal tersebut terjadi adalah karena kurangnya strategi atau model pembelajaran yang sesuai dengan karakteristik untuk mengembangkan berpikir kreatif, kritis, berpikir tingkat tinggi dengan mengintegrasikan keterampilan abad 21 (Basri et al., 2021; Patta, Muin, & Mujahidah, 2021).

Baca juga:  Guru Bangun Kepercayaan Diri pada Siswa Korban Bullying

Hasil ini mengindikasikan bahwa number sense sudah selayaknya mendapat perhatian dalam pendidikan secara keseluruhan. Pentingnya number sense belum tertuang secara eksplisit dalam pendidikan. Karena number sense diperoleh dan dikembangkan secara bertahap sepanjang kurikulum. (*)