Kudus  

Kejaksaan Negeri Tuban Sita Gedung Produksi Rokok di Kudus

SITA: Tampak beberapa petugas gabungan dari Kajeksaan Tuban, Kajeksaan Kudus, dan Bea Cukai sedang melakukan penyitaan pada gedung produksi rokok ilegal di Kudus, Kamis (23/11/2023). (ADAM NAUFALDO/JOGLO JATENG)

KUDUS, Joglo Jateng – Kejaksaan Negeri Tuban pada beberapa waktu lalu telah berhasil menyita gedung produksi rokok di Desa Gribig, Kecamatan Gebog, Kabupaten Kudus. Pelaksanaan sita eksekusi tersebut juga didampingi oleh Kejaksaan Republik Indonesia (RI) terhadap terdakwa Abdul Syukur.

Berdasarkan pantauan Joglo Jateng, tampak beberapa petugas gabungan sedang melakukan penempelan stiker. Diantaranya, Kejaksaan Tuban, Kejaksaan Kudus, dan Bea Cukai. Selain itu, pada bagian dalam bangunan gudang juga diberi line pembatas bertuliskan Kejaksaan RI dan dilakukan penggembokan.

Kepala Seksi Pidana Khusus (Kasi Pidsus) Kejaksaan Negeri Tuban, Yogi Natanael Christanto mengatakan, pada Rabu (22/11) kemarin, jajarannya mendatangi gedung di Desa Gribig untuk melaksanakan penyitaan terhadap tanah dan bangunan milik warga Prambatan Lor.

Baca juga:  Lajur Pantura Kudus-Demak Lumpuh Total Akibat Banjir

“Bangunan gudang tersebut merupakan milik dari warga Desa Prambatan Lor, Kecamatan Kaliwungu yakni Abdul Syukur,” ungkapnya kepada Joglo Jateng.

Abdul telah terlibat perkara tindak pidana cukai di Tuban. Menurut putusan Mahkamah Agung RI 5559 K/Pid.sus/2023 tertanggal 26 Oktober 2023. Sita eksekusi dilakukan untuk penggantian denda yang dijatuhkan MA RI terhadap terpidana sebesar Rp 3 miliar.

”Saat terpidana tak sanggup mengganti denda yang sudah diterimanya, maka bisa diganti oleh harta bendanya,” ujarnya.

Sementara itu, untuk luas dari tanah bangunan bekas gudang tersebut berkisar 863 meter persegi. Pihaknya menduga, bangunan yang telah disita itu sebagai sarana yang dipakai untuk memproduksi peredaran rokok ilegal.

Baca juga:  Siswa Eligible Dibekali Pendampingan yang Matang Masuk PTN

“Kami tentunya akan mencari aset lainnya milik terpidana. Bahkan, kami terapkan pada sita eksekusi,” pungkasnya. (cr12/fat)