Gaya Belajar Puisi dengan Metode Lipirtup di Sekolah Dasar

Oleh: Iftitahurrohmah, S.Pd
Guru SD N 2 Daren, Kec. Nalumsari, Kab. Jepara

BELAJAR adalah suatu proses yang dilakukan manusia sebagai makhluk Tuhan yang memiliki akal pikiran. Belajar adalah usaha memperoleh pengetahuan baik secara formal ataupun informal.

Adapun aktivitas belajar dan pembelajaran memiliki pengertian berbeda. Tetapi masing-masing pengertian tersebut saling berhubungan erat. Pada hakikatnya, bahasa Indonesia diarahkan untuk mempertajam kepekaan perasaan siswa. Pembelajaran bahasa Indonesia mempunyai ruang lingkup dan tujuan menumbuhkan kemampuan siswa dalam berkomunikasi, baik secara lisan maupun tulisan.

Komunikasi merupakan kegiatan yang dilakukan seseorang yang memiliki tujuan mengungkapkan ide, pikiran, gagasan, dan perasaan dengan mengunakan bahasa yang baik dan benar. Materi mata pelajaran bahasa Indonesia berkaitan erat dengan struktur tata bahasa dan karya sastra baik secara penciptaan ataupun apresiasi.

Struktur tata bahasa merupakan kaidah penggunaan bahasa secara baku. Sedangkan sastra merupakan media yang digunakan manusia untuk mengungkapkan ide, perasaan, dan pendapatnya melalui bahasa yang imajinatif.

Siswa sebagai manusia memiliki ide, perasaan, dan pendapat yang harus diungkapkan melalui bahasa. Dengan demikian, seperti pada paragraf sebelumnya, mata pelajaran bahasa Indonesia bertujuan menjadikan siswa terampil dalam berkomunikasi secara lisan dan tulisan.

Adapun tujuan secara umum tersebut dijabarkan dalam kurikulum yang dideskripsikan melalui kompetensi. Kemampuan menulis puisi merupakan salah satu kompetensi yang harus dimiliki siswa dalam pembelajaran bahasa dan sastra Indonesia.

Menulis puisi dalam mata pelajaran Bahasa Indonesia termuat dalam kurikulum dan menulis merupakan salah satu keterampilan bahasa produktif untuk menyampaikan ide, perasaan, dan gagasan kepada orang lain melalui bahasa tulis. Pada kurikulum sekolah dasar, kemampuan menulis puisi merupakan salah satu kompetensi yang harus dimiliki siswa.

Puisi adalah pernyataan perasaan yang imajinatif. Yaitu perasaan yang direkakan atau diangankan. Jadi, puisi itu mengekspresikan pemikiran yang membangkitkan perasaan, merangsang imajinasi panca indra dalam susunan yang berirama. Sehingga dapat dikatakan bahwa puisi itu merupakan rekaman dan interpretasi pengalaman manusia yang penting, diubah dalam wujud yang paling berkesan.

Kemampuan menulis puisi sangat penting karena dapat menjadi media curahan hati, pikiran, dan emosi siswa. Dengan menulis puisi, siswa dapat lebih kreatif dan bisa diarahkan untuk meluapkan pikiran dan perasaannya melalui kebiasaan yang positif dan bernilai.

Siswa dapat mengekspresikan pikiran, perasaan, dan pengalamannya melalui menulis puisi agar tujuan pembelajaran tersebut tercapai. Salah satu faktor yang menentukan adalah penggunaan metode pembelajaran dan media yang tepat. Penggunaan metode pembelajaran dirancang untuk membangkitkan minat dan semangat belajar siswa.

Pada kenyataanya, pembelajaran menulis puisi sering ditemui kendala. Di antaranya siswa masih mengalami kesulitan bagaimana langkah awal menulis puisi. Bahkan gurunya pun tidak mampu membimbing dan mengarahkan bagaimana cara menulis puisi dengan baik.

Guru lebih cenderung melaksanakan pembelajaran dengan ceramah. Sehingga siswa tidak merasa tertarik mengikuti pembelajaran bahasa Indonesia, khususnya pada materi Menulis Puisi.

Rendahnya imajinasi siswa dalam menerapkan sajak puisi, semua itu merupakan masalah yang paling pokok. Oleh sebab itu, perlu diterapkan metode pembelajaran dan media yang efektif dan inovatif untuk meningkatkan hasil belajar siswa.

Salah satu alternatif metode pembelajaran yang dapat dijadikan solusi untuk mengatasi permasalahan pada siswa SD Negeri 2 Daren Jepara adalah dengan menerapkan metode pembelajaran Lipirtup. Lipirtup merupakan metode pembelajaran yang inovatif yang berlandas tumpu pada konstruktivistik dan kontekstual.

Adapun langkah pembelajarnnya dengan Lihat, Pilih, Renungkan, Tuangkan, dan Publikasikan (Lipirtup). Lipirtup adalah salah satu strategi pembelajaran yang inovatif berlandaskan pada pendekatan kontekstual. Strategi ini dibuat untuk lebuh memudahkan murid dalam belajar menulis. (*)