UMKM  

Sulap Kulit Kerbau Jadi Kerupuk Rambak yang Gurih

GURIH: Kustinah menunjukkan olahan kulit sapi yang disulap menjadi kerupuk rambak, Minggu (26/11/23). (ADAM NAUFALDO/JOGLO JATENG)

WARGA Desa Ploso RT 3 RW 4, Kecamatan Kota, Kabupaten Kudus mampu menyulap kulit kerbau menjadi kerupuk rambak yang gurih dan dicari banyak orang. Dalam pembuatan makanan ringan itu, proses yang panjang telah dilalui oleh pemiliknya demi mendapatkan cita rasa atau komposisi yang cocok.

Sukahar (57), pemilik industri rumahan kerupuk rambak ini mengungkapkan, usaha rumahan yang sudah dilakoninya ini sudah ada sejak 1990. Dimana harga saat itu masih berkisar Rp 12.500 perkilonya. Namun, tahun 2023 ini sudah mencapai angka Rp 240 ribu perkilonya.

Baca juga:  Produk Mekaar Yogyakarta Dinilai Miliki Daya Saing Global

“Harga saat 1990 masih murah berbeda dengan saat ini yang sudah mencapai ratusan ribu rupiah untuk perkilonya. Sebelum usaha ini, saya juga sudah memiliki pengalaman dalam membuat usaha,” terangnya, Minggu (26/11/23).

Sukahar menyebutkan, produk unggulan kerupuk rambak yang dibuatnya ini berasal dari kulit kerbau. Proses pembuatannya membutuhkan waktu kurang lebih 10 hari. Pertama, kulit kerbau dikeringkan dahulu kemudian dijemur. Lalu, dipotong-potong kecil dan dibakar.

“Nah setelah itu, hasil bakar itu dilakukan pembersihan. Kemudian direbus. Jika sudah dipotong kecil-kecil lalu dijemur lagi. Usai melalui berbagai proses kemudian dibumbuin, dijemur, baru siap digoreng,” tukasnya.

Baca juga:  Kedai Susu Segar Jepara, Jadi Langganan Pebisnis Asal India dan Arab

Kustinah (49), istri Sukahar mengatakan, dalam pemasarannya, kerupuk rambak ini diambil beberapa pedagang di pasar tradisional. Harganya Rp 230 ribu perkilonya untuk yang belum matang. Sedangkan yang sudah matang Rp 240 ribu.

“Untuk bahan baku ini dilakukan nyetok. Kalau penjualan ini ramai itu sewaktu momen Idul Adha. Yang mana telah laku sebanyak 100 buah tapi itu semua tergantung rezeki,” tandasnya. (cr12/mg4)