Kudus  

Pj Bupati Kudus Terus Ajak Masyarakat Perangi Rokok Ilegal

PAPARAN: Melalui sosialisasi perundang-undangan, Pj Bupati Kudus Bergas Catursasi Penanggungan menyampaikan pemanfaatan DBHCHT untuk masyarakat. (PEMKAB KUDUS/JOGLO JATENG)

Berdasarkan Peraturan Menteri Keuangan Republik Indonesia Nomor 215/PMK.07/2021 Bab II Pasal 7 ayat (1) huruf b menyebutkan, Program sosialisasi ketentuan di bidang cukai untuk mendukung bidang penegakan hukum. Meliputi kegiatan penyampaian informasi ketentuan peraturan perundang-undangan di bidang cukai kepada masyarakat dan/atau pemangku kepentingan.

KUDUS, Joglo Jateng – Pemerintah Kabupaten Kudus bersama Kantor Bea Cukai Kabupaten Kudus terus berupaya menggempur rokok ilegal dari peredaran di Kota Kretek setiap tahunnya. Terbaru, potensi kerugian negara juga berhasil diselamatkan sebesar Rp 23,8 milliar.

Segala upaya terus dilakukan demi bisa menekan angka tersebut. Salah satunya, melalui sosialisasi ke masyarakat.

Penjabat (Pj) Bupati Kudus, Bergas Catursasi Penanggungan menjelaskan, pihaknya terus melakukan upaya gempur peredaran rokok ilegal di wilayahnya. Seperti, sosialisai di desa-desa. Hal ini dilakukan untuk memberikan pemahaman kepada masyarakat yang kaitannya dengan cukai dan peredaran rokok ilegal. Hal ini terus dilakukan agar Kota Kretek bersih dari peredaran rokok ilegal.

Baca juga:  Pemkab Kudus Didukung PWNU Jateng Untuk Pengusulan Gelar Pahlawan untuk KH Raden Asnawi

“Masyarakat dapat melaporkan ke pihak terkait mengenai peredaran rokok ilegal. Jika masyarakat melaporkan adanya peredaran rokok ilegal, bisa segera dilakukan penindakan. Namun, yang terpenting agar masyarakat bisa mengetahui apa saja penggunaan DBHCHT,” ungkapnya kepada Joglo Jateng.

PESAN: Melalui siaran radio Pj Bupati Kudus Bergas Catursasi Penanggungan juga mengajak masyarakat Kudus untuk memerangi peredaran rokok ilegal.

Sementara itu, Kepala Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea Cukai (KPPBC) Tipe Madya Kudus, Moh. Arif Setijo Nugroho, mengimbau masyarakat terkait perbedaan rokok ilegal dan legal melalui lima jenis. Dirinya menyoroti indikasi yang mudah dipahami. Yakni  harga lebih terjangkau dibandingkan rokok resmi. Hal ini disebabkan oleh biaya cukai yang rendah, baik untuk Sigaret Kretek Tangan (SKT) maupun Sigaret Kretek Mesin (SKM).

Baca juga:  Gali Potensi Siswa, Gelar Festival Pelajar

“Ciri lain adalah keberadaan pita cukai pada rokok. Jika rokok tidak memiliki pita cukai, itu menjadi indikasi kuat bahwa rokok tersebut ilegal,” ungkapnya.

Pihaknya menyebut, pita cukai yang dilekatkan ulang atau palsu juga merupakan ciri-ciri rokok ilegal yang perlu diwaspadai. Hal ini merupakan suatu tindak pidana ilegal yang perlu ditindak.

“Terdapat kasus pita cukai palsu yang hanya fotokopi dan dicetak untuk ditempelkan pada rokok ilegal. Ada juga kasus penggunaan pita dari satu pabrik yang digunakan di pabrik lain,” imbuhnya.

Pihaknya menambahkan, perbedaan pada pita cukai antara SKT dan SKM juga menjadi faktor penting dalam mengidentifikasi rokok ilegal. Maka dari itu, pemahaman masyarakat terhadap ciri-ciri ini harus digalakkan. Sehingga diharapkan dapat menekan dan memberantas peredaran rokok ilegal di tengah masyarakat.

Baca juga:  Komunitas Guru Penggerak Salurkan Bantuan Paket Alat Sekolah

Disisi lain, rokok resmi ditandai dengan pembayaran cukai dan dilekatkan pita cukai secara resmi sebagai bukti pembayaran. “Kesadaran akan kelima ciri-ciri ini diharapkan dapat menjadi langkah awal dalam mengurangi peredaran rokok ilegal yang merugikan,” tandasnya. (cr11/fat)