Kudus  

Ratusan Pelajar SMK Assa’idiyyah Kudus Dapat Makan Siang dan Minum Susu

GEMBIRA: Tampak siswa SMK Assa'idiyyah Kudus sedang menikmati makan siang dan susu, Kamis (30/11/2023). (ADAMNAUFALDO/JOGLO JATENG)

KUDUS, Joglo Jateng – Ratusan siswa-siswi SMK dan pondok pesantren Assa’idiyyah Kudus telah menerima makan siang dan minum susu untuk Indonesia Maju. Program yang terakhir digelar pada 20 tahun lalu itu, diselenggarakan di SMK Assa’idiyyah Kudus, Kamis (30/11/2023).

Pengasuh sekaligus Ketua Yayasan Assa’idiyyah, K.H Noor Khalim Anwar menyebut, program untuk mereka itu juga sebagai bantuan gizi. Hal itu bertujuan untuk mencerahkan dan menyehatkan masa depan anak-anak yang menempuh pendidikan disini.

“Tentunya bantuan gizi ini, berguna sekali untuk mereka yang menempuh pendidikan di SMK Assa’idiyyah Kudus,” bebernya.

Baca juga:  Komunitas Guru Penggerak Salurkan Bantuan Paket Alat Sekolah

Menurut K.H Noor Khalim Anwar, agenda kali ini murni bantuan dari alumni untuk anak-anak disini. Kemudian, dirinya juga menyematkan jargon yang dibuatnya. Yakni, “ayo ngaji ayo sekolah mangan bareng”. Kata dia, dengan jargon itu diharapkan mereka menjadi anak yang kuat jiwanya.

“Selain kuat jiwanya, juga kuat badannya, kuat akalnya dan sehat. Maka kegiatan inilah yang dibangun untuk pondok pesantren Assa’idiyah sejak dulu,” ujarnya.

ANTUSIAS: Tampak siswi SMK Assa’idiyyah Kudus menunjukkan makan siang dan susu yang menjadi program sekolah tersebut, Kamis (30/11/2023).

K.H Noor Khalim Anwar menyebut, dalam kegiatan pendidikan umum ataupun pendidikan agama. Pertama kali yang harus diberikan setiap pagi yaitu, minum susu. Hal itu agar jiwanya bersih putih seperti susu. Tak hanya itu, pihaknya juga membiasakan anak-anak untuk makan telur yang dipotong setengah.

Baca juga:  Bukti Jaga Netralitas di Kudus, TNI-POLRI Sinergi Bangun Posko

“Hal itu supaya terlihat merah. Sedangkan putihnya karena kita juga harus menanamkan jiwa patriotisme. Jiwa nasionalisme juga harus ada merah dan putih,” tandasnya.

Sedangkan untuk menu siang hari, pihaknya memberikan makan sejenis ikan. Diantaranya, gurami dan lele. Muaranya dari empang sendiri. Sehingga anak-anak badannya menjadi kuat untuk dapat berkompetisi di masa mendatang.

“Saya yakin kalau kita bisa mendapat makanan yang bergizi, anak-anak bebas dari stunting,” pungkasnya. (cr12/fat)