Siswa SMAN 2 Pemalang Raih Juara 2 LKTI Nasional

BANGGA: Siswa SMAN 2 Pemalang yang berhasil menjadi juara 2 pada LKTI Nasional di Universitas Diponegoro, beberapa waktu lalu. (DOK. PRIBADI/JOGLO JATENG)

PEMALANG, Joglo Jateng – Prestasi gemilang berhasil diukir oleh Tiza Queenara Putri dan Zaki Wibawa Mukti, siswa yang kini duduk di kelas 12 SMA Negeri 2 Pemalang. Mereka sukses mewakili Pemalang dengan berhasil menjadi juara 2 pada Lomba Karya Tulis Ilmiah (LKTI) yang diselenggarakan oleh Fakultas Teknik Universitas Diponegoro (28/11).

Kepala SMAN 2 Pemalang Susila Widodo melalui Waka Kesiswaan Imam Khazali mengungkapkan rasa bangga serta apresiasi tinggi terhadap prestasi yang terus diraih oleh peserta didiknya. Pihaknya berkomitmen akan selalu mendorong siswa untuk menumbuhkan jiwa peneliti yang peduli dengan permasalahan di masyarakat.

Baca juga:  Kembangkan Kreativitas Sastra, MAN Pemalang Kirim Siswa ke Ajang Nasional

“Kami selalu mendorong siswa agar berani mencoba, demi bekal melanjutkan pendidikan di masa depan. Meski lomba ini terbilang paling kompetitif, beruntung kita memiliki siswa-siswi yang luar biasa, ” ungkapnya

LKTI yang bertajuk Enviro Paper Competition (EPTION) tersebut mengusung tema inovasi dalam memecahkan permasalahan lingkungan.  Tergabung pada sebuah tim, Tiza dan Zaki membawa ide boks filtrasi yang dapat menjadi solusi pengolahan limbah rumah tangga.

Zaki menyebut, ide ini ditengarai karena melihat limbah domestik yang dibuang melalui saluran air, sehingga dinilai dapat merusak kelestarian lingkungan. “Kami melihat banyak masyarakat yang masih acuh dalam membuang limbah domestik. Sedangkan pembuangan limbah melalui saluran air seiring waktu dapat menyebabkan pencemaran,” jelasnya.

Baca juga:  Pemkab Harapkan Festival Bandeng Salto Dongkrak Popularitas Pemalang

Berangkat dari persoalan yang ada, di bawah bimbingan pembina Tiza dan Zaki mulai menavigasi literatur terkait untuk mengembangkan ide pengolahan limbah melalui suatu proses yang inovatif. Dari kajian dan diskusi yang terjalin, akhirnya ditemui sebuah solusi, di mana limbah yang telah difiltrasi dapat dibuang melalui lubang resapan, sehingga tidak menimbulkan genangan.

Temuan inovasi tersebut mengantarkan mereka meraih juara dua dari ratusan peserta yang diikuti SMA seluruh Indonesia. Aspek pemanfaatan teknologi sederhana dan ide cemerlang yang membuang hasil filtrasi limbah ke dalam tanah dianggap sebagai sesuatu yang baru, sehingga menjadi poin unggulan atas karya mereka. (cr9)