KPwBI Jateng Beri Apresiasi Mitra Strategis, Ajak Kendalikan Inflasi

SIMBOLIS: Penyerahan Bank Indonesia Award oleh Deputi Kepala Perwakilan Indonesia Provinsi Jawa Tengah, Junanto Herdiawan kepada mitra di Jateng, belum lama ini. (LU'LUIL MAKNUN/JOGLO JATENG)

SEMARANG, Joglo Jateng – Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPwBI) Provinsi Jawa Tengah memberikan apreasi Bank Indonesia Award kepada sejumlah mitranya di Jateng, belum lama ini. Bank Indonesia Award 2023 ini diberikan kepada 10 mitra strategis di daerah dalam berbagai aspek yang diberikan bersamaan dengan Pertemuan Tahunan Bank Indonesia (PTBI) 2023 di Semarang.

Adapun penerima 10 penghargaan mitra strategis Bank Indonesia di Jawa Tenga antara lain, UMKM Kalingga, UMKM Rumah Mocaf, UMKM Poddarwis, DPMPTSP Jateng, BCA Kanwil Jateng, dan Pemkot Semarang.

Kemudian, KUPVA BB Terbaik Tahun 2023, Hidup Artha Mandiri, Mitra Strategis Pendukung Komunikasi Kebijakan Bank Indonesia Tahun 2023 Ir Imron Rosyadi SE, M.Si dan UMKM Syariah Binaan Terinovatif Tahun 2023 PT Bilqis Bangun Citra-Tuty Adib, serta Mitra Strategis Pendukung Assesmen Ekonomi dan Keuangan Daerah Terbaik, Kawasan Industri Terpadu.

Baca juga:  Penjualan Kue Keranjang Menurun hingga 50 Persen

“Apresiasi Bank Indonesia Award 2023 di Jawa Tengah ini diberikan kepada mitra dalam keberhasilannya seperti pengendalian inflasi, pengembangan ekonomi daerah melalui UMKM dan ekonomi syariah,” kata Deputi Kepala KPwBI Jateng, Junanto Herdiawan kepada Joglo Jateng, belum lama ini.

Sejalan dengan prakiraan pertumbuhan ekonomi nasional yang tetap kuat, KPwBI Jateng memproyeksikan perekonomian pada 2023 mampu tumbuh di kisaran 4,5- 5,3 persen (yoy) dan tumbuh semakin solid di rentang 4,7-5,5 persen pada 2024. Namun, inflasi Jawa Tengah diperkirakan masih berada dalam rentang sasaran target inflasi nasional sebesar 3,0 persen pada 2023 dan 2,5 persen pada 2024.

Baca juga:  Hadirkan Diskusi "Membangun Generasi Unggul 2045" IFSR Memperdalam Peran Pendidikan dan Gizi bagi Masa Depan Indonesia

“Sinergi dan inovasi merupakan kunci dari solidnya prospek kinerja ekonomi Indonesia pada 2024 untuk melanjutkan ketahanan dan kebangkitan ekonomi Jawa Tengah”, ujarnya.

Jun sapaan akrabnya, mengatakan, guna mempertahankan pertumbuhan dan pembangunan ekonomi yang berkelanjutan, sinergitas KPwBI Jateng, KPwBI Solo, Purwokerto, dan Tegal bersama Pemerintah, Otoritas Jasa Keuangan (OJK), dan pelaku usaha akan senantiasa diperkuat. Sinergi kebijakan akan diarahkan untuk penguatan ketahanan ekonomi di daerah.

“Beberapa langkah berupa penguatan sumber pertumbuhan ekonomi daerah, peningkatan investasi potensial di daerah dan kawasan industri, pengembangan kapasitas dan akses pasar UMKM melalui berbagai fasilitasi kegiatan baik di dalam maupun di luar negeri, perluasan digitalisasi UMKM, usaha ekonomi syariah, dan sistem pembayaran, penguatan peran Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID),” tandasnya.

Baca juga:  Pemilu Susulan di 10 Desa Digelar 24 Februari

Pada kesempatan tersebut, Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Tengah, yang diwakili, Kepala Biro Perekonomian Provinsi Jawa Tengah July Emmylia menyampaikan apresiasi terhadap sinergi Bank Indonesia dengan Pemerintah Daerah melalui Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID). Di samping itu juga mengajak Pemerintah Kota dan Kabupaten di Jawa Tengah untuk secara serius mengendalikan inflasi.

“Mari kita optimalisasi 4K, yaitu ketersediaan pasokan, kelancaran distribusi, keterjangkauan harga, dan komunikasi efektif, terutama dengan optimalisasi gerakan nasional pengendalian inflasi pangan, dan percepatan digitalisasi daerah melalui Tim Percepatan Perluasan Digitalisasi Daerah (TP2DD),” ucapnya. (luk/gih)