Pemkot Yogyakarta Sediakan Rumah Aman Bagi Korban Kekerasan

BAHAGIA: Seorang anak bersama ayahnya saat berjalan-jalan di salah satu sudut Kota Yogyakarta, beberapa waktu yang lalu. (ISTIMEWA/JOGLO JOGJA)

KOTA, Joglo Jogja – Pemerintah  Kota Yogyakarta melalui Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB) dan UPT Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) menyediakan pelayanan Rumah Aman. Pelayanan itu diperuntukkan bagi para korban kekerasan, baik dengan korban perempuan maupun wanita.

Sejak Januari hingga Oktober 2023 tercatat di Sistem Informasi Gender dan Anak (SIGA) ada 217 kasus kekerasan yang ditangani UPT PPA. Dari 168 kasus, 143 orang korban perempuan dan 25 korban laki-laki, kemudian 76 di antaranya anak-anak dan 92 orang dewasa. Dengan banyaknya kasus kekerasan, diharapkan korban bisa melakukan aduan ke beberapa aplikasi dan nomor yang telah disediakan.

Baca juga:  Megah, Ornamen Naga Sepanjang 14 Meter Hiasi Kotabaru

Kepala UPT PPA Kota Yogyakarta Udiyati Ardiani menyatakan, pendampingan pada korban kekerasan dilakukan dengan penguatan psikologis secara menyeluruh, utamanya pada korban anak-anak agar dalam prosesnya mereka tidak menjadi pelaku di kemudian hari.

“Ada rumah aman bagi korban kekerasan yang difasilitasi Pemkot. Kami juga memanfaatkan Dana Alokasi Khusus (DAK) dari Kementerian PPPA untuk penyediaan rumah aman yang sifatnya sementara juga berpindah,” terangnya.

Ia menjelaskan, adapun prosedurnya selama 7 hari akan berada di rumah aman, namun ketika dinilai belum bisa kembali ke tempat tinggal asal, tetap akan difasilitasi dan dilakukan koordinasi dengan Balai Perlindungan Perempuan dan Anak DIY selama proses pendampingan.

Baca juga:  Kemampuan Digitalisasi Pelaku UMKM Terus Digenjot

“Sosialisasi terkait pencegahan kekerasan terhadap perempuan dan anak terus dilakukan ke wilayah. Utamanya soal alur pengaduan ketika mendapati ada kekerasan yang terjadi di sekitarnya, bisa melalui hotline 08112857799 atau menu SIKAP di aplikasi JSS, bisa juga ke hotline SAPA 129 di 08111129129,” jelasnya.

Semantara itu, Plt Kepala DP3AP2KB Kota Yogyakarta Sarmin mengatakan, kampanye tersebut dilakukan dengan sosialisasi anti kekerasan terhadap perempuan kepada berbagai elemen, mulai dari lintas sektor perangkat daerah juga kader dan masyarakat di wilayah.

Ia menambahkan, terdapat perbedaan angka antara dari data SIGA dan UPT PPA karena ada keterlibatan banyak pihak dan tidak semuanya ditangani oleh UPT PPA. Beberapa ada yang diselesaikan lewat jalur hukum ataupun secara kekeluargaan.

Baca juga:  MTsN 8 Sleman Ajarkan Batik Disekolah untuk Seragam Siswa

“Pemerintah Kota Yogyakarta punya komitmen untuk menjamin adanya pendampingan dan penyediaan rumah aman bagi korban kekerasan perempuan dan anak, dengan melibatkan lintas sektor, lembaga terkait juga kader dan masyarakat di wilayah,” pungkasnya. (riz/all)