Kudus  

Masuki Musim Penghujan, Dispertan Kudus Pastikan Stok Bahan Pangan Aman

TERJUAL: Suasana Pasar Murah yang kembali digelar meludeskan 5 ton beras SPHP dan PUPM pada Jum'at, (01/12/2023). (UMI ZAKIATUN NAFIS/JOGLO JATENG)

KUDUS, Joglo Jateng – Pemerintah Kabupaten Kudus, melalui Dinas Pertanian dan Pangan memastikan stok kebutuhan pangan selama musim penghujan tersedia cukup. Sedangkan harga kebutuhan pokok di sejumlah pasar tradisional juga cenderung terkendali.

Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Kudus Didik Tri Prasetya di Kudus, mengatakan, hasil pantauan di lapangan, ketersediaan pangan di Kabupaten Kudus aman dan tidak ada masalah

“Hampir semua komoditas bahan pokok yang dibutuhkan masyarakat Kabupaten Kudus tersedia cukup. Ini dapat disampaikan dengan data neraca pangan yang selalu dimutakhirkan setiap pekan,” katanya di sela-sela Gerakan Pangan Murah (GPM) di kompleks Kantor Dispertan Kudus, Jum’at (01/12/2023).

Baca juga:  Pemkab Kudus Segera Selesaikan Ihwal Seleksi Perangkat Desa

Ia mengungkapkan, data ketersediaan bahan pokok per 30 November 2023 untuk beras medium sebanyak 9.682 ton, bawang putih 46 ton, bawang merah 85 ton, gula pasir  271 ton, telur 154 ton, dan minyak goreng kemasan sederhana 346 ton.

“Kemudian stok cabai merah keriting sebanyak 55 ton, cabai rawit merah 49 ton, daging sapi 49 ton, daging ayam 365 ton, dan jagung 1.845 ton,” ungkap Didik.

Stok bahan pokok yang tersedia, jelas Didik, juga cukup untuk memenuhi permintaan masyarakat karena setiap pekannya tersedia cukup. Misal, stok beras yang tersedia 9.682 ton, sedangkan kebutuhan masyarakat sekitar 5.782 ton.

Baca juga:  KMPS Ingatkan Warga tidak Buang Sampah Sembarangan
Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Kudus Didik Tri Prasetya
Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Kudus Didik Tri Prasetya. (UMI ZAKIATUN NAFIS/JOGLO JATENG)

“Pemantauan stok pangan. Kamu akan tetap akan melakukan cek secara rutin di tingkat distributor, pedagang pengumpul, dan pengecer. Kami juga akan berupaya untuk tetap menjaga produksi pangan. Melalui upaya luas tanam yang sudah direncanakan dan ditargetkan setiap musim tanam,” jelasnya.

Perihal kenaikan harga pangan di akhir tahun, pihaknya selalu berupaya melakukan stabilisasi melalui GPM. Hari ini, lanjut Didik, sebanyak 3 ton beras SPHP dan 2 ton beras PUPM ludes terjual.

“Masing-masing seharga Rp 10.400 perkilo dan Rp 11.500 perkilo untuk beras PUPM. Keduanya ini dijual seharga Rp 13.500 perkilo di pasaran,” imbuhnya.

Baca juga:  92,29 Persen Aset Tanah Pemkab Kudus Telah Bersertifikat

Komoditas lain juga dijual dengan harga dibawah pasar. Bawang putih dijual dengan harga Rp 30 ribu perkilo, bawang merah Rp 12 ribu per 0.5 kilo, minyak goreng Rp 14 ribu perkilo. Dan telur seharga Rp 25 ribu perkilo. (cr8/fat)