SMP N 1 Jati Bagikan 796 Pin Stop Bullying

INOVASI: Potret siswa SMP N 1 Jati Kudus saat menunjukan Pin Stop Bullying, belum lama ini. (UMI ZAKIATUN NAFIS/JOGLO JATENG)

KUDUS, Joglo Jateng – Sekolah Menengah Pertama (SMP) N 1 Jati Kudus semakin serius menerapkan sikap pencegahan dan penanganan perundungan di lingkungan sekolah. Hal ini dilakukan melalui penerapan inovasi pin Stop Bullying.

Program baru ini mengharuskan siswa memakai pin yang memuat kata positif. Pemakaian pin oleh siswa ini dilakukan pagi hari. Sementara siang dilepas kemudian disimpan untuk dipakai lagi pada hari berikutnya.

Kepala SMP N 1 Jati, Sumaryatun mengatakan, inovasi ini dilakukan berdasar kasus perundungan yang cukup memprihatinkan. Menurutnya, perundungan merupakan perilaku negatif yang dapat merugikan korban dan pelaku. Keduanya tak ada untungnya sama sekali.

Baca juga:  SMP 5 Kudus Punya Karya 6 Buku Antologi

“Tidak hanya itu, kami juga melihat catatan pemerintah yang meletakkan perundungan termasuk satu dari tiga dosa pendidikan di Indonesia. Akhirnya, kami segera mencari cara yang solutif yaitu Pin Stop Bullying,” katanya.

Sumaryatun menilai pentingnya aksi pencegahan perundungan di lingkungan sekolah. Menurutnya, sekolah menjadi tempat berkumpulnya banyak anak dari latar belakang yang berbeda. Kondisi ini memungkinkan terjadinya perundungan.

“Ini merupakan tugas semua warga sekolah. Bahkan termasuk orang tua atau wali murid. Bahkan siswa secara tidak langsung turut melakukan pencegahan melalui pin yang dipakai,” ujarnya.

Baca juga:  Emak-emak Piji Wetan Kreasikan Jajanan Pasar

Pihaknya menambahkan, sekolah juga mengundang orang tua untuk mendiskusikan problem yang dihadapi anak. Atau sebaliknya, sekolah visit ke rumah anak untuk mengkomunikasikan problem yang dihadapi anak.

“Dengan begitu kolaborasi terbentuk. Tidak hanya pihak sekolah saja, tetapi juga orang tua. Sebab anak juga memiliki waktu yang lebih banyak ketika di rumah,” imbuhnya.

Sementara itu, Pembina OSIS, Sungkowo menyampaikan, dampak positif yang dirasakan ketika diterapkannya program Pin Bullying ini. Yakni terbentuknya sikap siswa saling menghargai dan mendukung sesama teman lainnya melalui kata kata positif dalam pin.

Baca juga:  Tim Forum Anak Kota Semarang Berikan Edukasi Pencegahan OCSEA kepada Siswa

“Kami mencoba mendampingi dan membina mereka salah satunya dengan pin ini. Kami punya keyakinan bahwa ketika mereka memiliki jiwa anti perundungan yang dalam, mereka bisa mewarnai teman-teman di luar sekolah agar saling menghargai” imbuhnya.

Dikatakannya, peruntukan pin ini bagi semua siswa di SMPN 1 Jati. Sekalipun begitu, lanjut dia, guru tetap memberikan dorongan supaya keterlibatan siswa secara utuh tercapai. Tidak hanya fisik tapi juga batin. (cr8/fat)