UMK Pemalang Peringkat 23 se-Jateng

BUBAR: Para buruh di salah satu pabrik di Pemalang yang keluar dari pabrik untuk istirahat makan siang, belum lama ini. (UFAN FAUDHIL/JOGLO JATENG)

PEMALANG, Joglo Jateng – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Tengah (Jateng) resmi mengumumkan Upah Minimum Kota/Kabupaten (UMK) di 35 kota/kabupaten pada 30 November lalu. Kabupaten Pemalang berada di Peringkat ke 23 se-Jateng dengan persentase kenaikan 3,57 persen menjadi Rp 2.156.000. Jumlah itu bertambah Rp75.217 dari tahun sebelumnya.

Kepala Disnaker Pemalang Moh. Sidik melalui Kepala Bidang Hubungan Industrial, Syarat Kerja dan Jaminan Sosial (Hubinsyakel dan Jamsos) Titik Widiastuti menuturkan, meskipun kenaikannya setengah dari persentase di 2023, namun peringkat UMK Pemalang naik satu tingkat. Yaitu 23 se-Jateng yang sebelumnya berada di peringkat 24 se-Jateng.

Baca juga:  Musim Hujan Tiba, Warga Pemalang Diimbau Waspada DBD

Alhamdulillah UMK kita bisa naik lagi di 2024. Kenaikannya lebih kecil dari tahun ini (2023, Red) walaupun menggunakan rumus yang sama. Sebab, nilai pertumbuhan penduduk pasca Covid-19 di 2023 tidak sebesar pada tahun sebelumnya. Sehingga hasil perhitungannya pun berbeda,” ujarnya.

Angka peningkatan UMK ini dibawah perhitungan tim Dewan Pengupahan Pemalang yang mengajukan kenaikan UMK sebesar 4 persen. Namun, pihaknya tetap bersyukur UMK tahun depan seluruh pekerja atau buruh di Pemalang dapat naik 3,57 persen atau Rp 75.217, dari Rp 2.080.783 menjadi Rp 2.156.000 per bulannya.

Baca juga:  Petani Tuntut Pemkab Pemalang Ajukan Kuota Pupuk

Lebih lanjut, Titik berharap para perusahaan bisa memberikan upah yang sesuai dengan aturan ini. Dimana aturan ini berlaku untuk karyawan yang masa kerjanya belum lebih dari satu tahun. Setelah melebihi satu tahun maka mereka diharuskan mendapatkan upah lebih dari UMK yang berlaku di masing-masing kota/kabupaten.

“Pemalang sudah ada perusahaan baru yang mulai beroperasi, contohnya pabrik sepatu. Perkembangan industri ini pasti akan berdampak positif untuk pertumbuhan indeks pembangunan manusia (IPM) di 2024 nanti,” ucapnya. (fan/fat)