Yenny Wahid Bawa Pesan Persatuan ke Pemalang

RAMAH: Dewan Penasehat TPN Ganjar-Mahfud Yenny Wahid saat berkunjung di Pondok Pesantren (Ponpes) Al-Hikmah, Desa Mereng, Kecamatan Warungpring, akhir pekan lalu. (UFAN FAUDHIL/JOGLO JATENG)

PEMALANG, Joglo Jateng – Tim Pemenangan Nasional (TPN) Ganjar-Mahfud sekaligus putri dari Presiden ke-empat, Yenny Wahid melakukan safari kebangsaan di Pondok Pesantren Al-Hikmah, Desa Mereng, Kecamatan Warungpring, akhir pekan lalu. Dalam kesempatan tersebut, ia menyampaikan pesan politik persatuan pada pelaksanaan Pemilu 2024.

Yenny menjelaskan, pesan yang dirinya bawa ini merupakan hasil pemikirannya yang terinspirasi dari Pancasila pada sila ketiga yaitu Persatuan Indonesia. Ia menyampaikan kepada seluruh masyarakat Indonesia terutama Kabupaten Pemalang tetap mengedepankan sila ketiga dalam Pancasila ini, melihat menghangatnya situsai masyarakat di Pemilu 2024.

Baca juga:  Masa Tenang, Bawaslu Pemalang Copot Ratusan APK

“Politik yang mempersatukan, sesuai dengan sila ketiga Pancasila adalah misi yang saya bawa pada kesempatan kali ini. Dengan semangat persatuan saya mengingatkan walaupun berbeda pilihan kita tetap satu bangsa yaitu bangsa Indonesia,” ucapnya.

Pada kegiatan ini, dirinya mengingat kepada seluruh masyarakat agar memilih pemimpin sesuai dengan rekam jejaknya. Karena ini bukti yang paling terlihat untuk bisa bekerja memimpin pemerintahan lima tahun ke depan, terutama mewujudkan kesejahteraan dan kemakmuran masyarakat Indonesia.

“Jangan pilih yang rekam jejaknya buruk apalagi punya cacatan merah. Contohnya kasus-kasus korupsi sebelumnya, pilihlah mereka yang punya catatan baik sebelumnya,” tegasnya.

Baca juga:  KPU Pemalang Klarifikasi tak Ada Petugas Linmas Meninggal

Sementara itu, Ketua DPD Partai Perindo Kabupaten Pemalang Bambang Mugiarto yang mendampingi putri presiden ke presiden RI keempat itu, menuturkan kunjungannya disambut baik oleh seluruh masyarakat. Bahkan banyak aspirasi yang bersama-sama ia dengarkan untuk mewujudkan setiap nilai-nilai Pancasila sebagai dasar negara, terutama sila kelima keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia.

“Alhamdulillah banyak aspirasi warga yang dapat diserap. Di saat yang sama, kehadiran Mbak Yenny Wahid telah membangunkan kesadaran strategis tentang pentingnya menjaga persatuan Indonesia yang dalam implikasi politiknya, kepemimpinan nasional menjadi penentu terwujudnya sila kelima, yakni keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia,” jelas Bambang. (fan/gih)