Belajar Asyik dengan Metode Pembelajaran Sypostion Bertorbaya

Oleh: Dewi Nur Laksmi Astutiningtyas, S.Pd.
Guru SDN 4 Banyuringin, Kec. Singorojo, Kab. Kendal

DALAM penyelenggaraan pembelajaran di kelas, banyak terdapat tantangan yang dihadapi oleh guru. Salah satunya adalah keberagaman kemampuan belajar siswa. Keberagaman tersebut bisa diketahui dari kegiatan asesmen awal yang dilakukan guru terhadap siswa. Bisa dilakukan di awal tahun ajaran, awal semester, atau bahkan awal pembelajaran dengan lingkup materi yang baru.

Penyelenggaraan pembelajaran yang disamaratakan akan menimbulkan ketidakadilan bagi kemampuan belajar siswa yang beragam. Selain itu, pada siswa kelas 1 sekolah dasar (SD) masih banyak yang memiliki karakter pemalu dan penakut. Hal ini menjadikan tantangan bagi guru agar pembelajaran di kelas bisa bermakna dan menyenangkan untuk siswa.

Berdasarkan permasalahan yang terjadi di kelas 1 SDN 4 Banyuringin Kecamatan Singorojo Kabupaten Kendal pada pembelajaran PPKn dengan kompetensi dasar Mengenal Simbol Sila-sila Pancasila dalam Lambang Negara Garuda Pancasila, guru menggunakan metode pembelajaran Sypostion Bertorbaya (Study Post Rotation Bersama Tutor Sebaya). Metode ini diharapkan dapat membantu siswa untuk mendapatkan pembelajaran yang adil sesuai dengan perbedaan kemampuan belajar siswa kelas 1 SDN 4 Banyuringin. Selain itu, diharapkan siswa yang memiliki karakter pemalu dan penakut dapat belajar dengan baik jika dilakukan intervensi pendampingan individu bersama dengan temannya sendiri.

Baca juga:  Guru Bangun Kepercayaan Diri pada Siswa Korban Bullying

Metode pembelajaran Sypostion Bertorbaya atau Study Post Rotation Bersama Tutor Sebaya adalah strategi dimana menyiapkan tiga media ajar yang berbeda untuk memfasilitasi perbedaan gaya belajar siswa di kelas. Tiga media tersebut adalah buku pop up Pancasila untuk gaya belajar visual, lagu Sila Pancasila untuk gaya belajar audio, dan game Flash Card Sila Pancasila untuk gaya belajar kinestetik. Secara bergantian, kelompok-kelompok siswa yang sudah dibentuk akan berputar ke tiga post study, dan mereka akan belajar dari media ajar yang berbeda di tiap post study.

Dalam metode pembelajaran ini, terdapat peran tutor sebaya yang berasal dari siswa yang memiliki kemampuan belajar yang cepat (fast learner). Mereka akan dibimbing guru dan diberi tanggung jawab untuk mendampingi proses belajar siswa yang memiliki kemampuan belajar lambat (slow learner). Tujuannya agar siswa slow learner ini bisa lebih berani dalam mengungkapkan pendapatnya. Siswa dengan kemampuan belajar rata-rata (average learner) akan berperan sebagai kelompok siswa yang menjaga dinamika belajar kelompok agar tetap berjalan lancar.

Baca juga:  Guru Bangun Kepercayaan Diri pada Siswa Korban Bullying

Penerapan metode pembelajaran Sypostion Bertorbaya akan menambah variasi metode pembelajaran yang lebih adil, menarik, menyenangkan, melibatkan peran, dan meningkatkan aktivitas siswa. Selain itu, interaksi antara guru dengan siswa dan antara siswa dengan siswa terjalin dengan baik. Sehingga tidak terjadi kebosanan dalam proses pembelajaran. Di samping itu dapat memberikan kesempatan kepada siswa untuk menggunakan keterampilan bertanya, presentasi, dan rasa kebersamaan.

Penggunaan model pembelajaran Sypostion Bertorbaya pada mata pelajaran PPKNn materi Ajar Mengenal Simbol Sila Pancasila dapat dengan mudah dipahami oleh siswa. Motivasi dan antusias siswa dalam belajar lebih meningkat dibandingkan dengan pembelajaran secara konvensional. Dimana terkadang guru menjadi pusat pembelajaran.

Baca juga:  Guru Bangun Kepercayaan Diri pada Siswa Korban Bullying

Penerapan metode Sypostion Bertorbaya pada pembelajaran PPKn dapat meningkatkan hasil belajar siswa kelas I SDN 4 Banyuringin pada materi Mengenal Simbol Sila-sila Pancasila dalam Lambang Negara Garuda Pancasila. Sehingga dapat disimpulkan bahwa pengunaan metode pembelajaran Sypostion Bertorbaya dapat direkomendasikan untuk digunakan pada seluruh mata Pelajaran. Tidak hanya terbatas pada mata pelajaran PPKn. (*)