Pati  

Ratusan Ton Sampah di TPA Sukoharjo Bakal Jadi Briket

KONDISI: Nampak sejumlah orang sedang beraktivitas di tumpukan sampah yang berada di TPA Sukoharjo Pati, belum lama ini. (LUTHFI MAJID/JOGLO JATENG)

PATI, Joglo Jateng – Tumpukan sampah yang berada di Tempat Pembuangan Akhir (TPA), Desa Sukoharjo Kecamatan Margoyoso, Kabupaten Pati dilirik investor asing. Ratusan ton sampah di tempat tersebut rencananya bakal diubah menjadi briket.

Kepala Bidang (Kabid) Kebersihan, Persampahan dan Pertamanan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Pati Henri Setiawan mengatakan, TPA tersebut memiliki luas 12,5 hektar. Di mana, seluas 5 hektarnya sudah ditumpuki jutaan ton sampah. Sedangkan sisa lahan lainnya belum terpakai.

Selamat Idulfitri 2024

Ia menjelaskan, investor infinity yang dijembatani PT Canvanil Bintang Energi itu membutuhkan sekitar 1.000 ton setiap harinya. Namun, TPA Sukoharjo hanya mampu memenuhi sekitar 400 ton setiap harinya atau 146 ribu ton setiap tahunnya.

Baca juga:  Gerindra Pati Deklarasi Dukung Sudaryono Jadi Gubernur Jateng

“Kita berusaha, semoga saja terlaksana. Nanti akan dibantu pemrosesan sampah dari investor dari Australia. Nanti ada dua opsi. Opsi pertama kerja sama diperluas dengan kabupaten sekitar. Kemudian opsi kedua, pabrik diperkecil,” jelas dia, belum lama ini.

Menurutnya, Kabupaten Pati bakal memperoleh banyak keuntungan jika kerja sama dengan investor ini benar-benar terjadi. Salah satunya dapat mengatasi permasalahan sampah di Bumi Mina Tani ini. Mengingat, semua jenis sampah bakal dikelola.

“Karena setiap bertambah penduduk, otomatis bertambah sampah. Kedua penguraian, setelah kita kaji, pengolahan sampah tidak sebanding dengan produksi sampah. Sehingga kita butuh teknologi terbaru untuk mengurangi sampah,” paparnya.

Baca juga:  Antisipasi Kelangkaan, Stok Gas Melon di Pati Bakal Ditambah

Tak hanya itu, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pati juga disebut bakal mendapatkan tambahan cuan dengan investasi ini. Yakni perolehan uang sewa dari 5 hektare lahan di TPA Sukoharjo yang bakal didirikan pabrik briket tersebut.

“Kita juga bisa dapat bagi hasil. Tapi nominalnya belum. Saat ini, surat minta Pemda sudah kita lakukan. Sudah kita krim kan. Setelahnya nanti muncul MoU, dari Pemda dan tenaga ahli. Semoga MoU ditandatangani akhir tahun ini,” tandasnya. (lut/fat)