Dua KPI Disiapkan untuk Pengembangan Investasi

BANTUL, Joglo Jogja – Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kabupaten Bantul telah menyiapkan Kawasan Peruntukan Industri (KPI) di Kapanewon Sedayu dan Pajangan. Dua kapanewon tersebut sebagai kawasan strategis untuk pengembangan industri menengah dan besar yang bersifat non polutan.

Kepala DPMPTSP Bantul Annihayah melalui Penata Perizinan Ahli Madya DPMPTSP Bantul Substansi Penanaman Modal I, Edi Purwanto menyampaikan, lokasi KPI di Kapanewon Sedayu tepatnya di Kalurahan Argodadi dan Kalurahan Argorejo, kemudian di Kapanewon Pajangan berada di Kalurahan Triwidadi. Dengan Luas lahan sebesar 330 hektar.

Baca juga:  Disabilitas Diberi Kemudahan saat Mencoblos

“Saat ini sudah ada berbagai kegiatan industri yang beroperasi di kawasan tersebut. Di antaranya industri garmen, olahan pangan, mebel, kriya, serta pergudangan,” ungkapnya.

Menurutnya, keberadaan lokasi itu letaknya berdekatan dengan Kabupaten Kulon Progo, maka rencana pengembangan harus disinergikan dengan kawasan aeropolis. Seperti kawasan terpadu di sekitar Yogyakarta Internasional Airport (YIA), serta kegiatan pariwisata. Sedangkan dalam segi infrastruktur juga sudah sangat mendukung.

“Infrastruktur dan fasilitas yang tersedia di KPI sangat lengkap dan layak. Misalnya jaringan transportasi, energi dan telekomunikasi. Lalu ketersediaan air bersih, penanganan sampah dan air limbah, serta drainase,” imbuhnya.

Baca juga:  Dinas Perdagangan Kota Yogyakarta Gandeng 390 Pangkalan, Pantau Distribusi LPG Tepat Sasaran

Selain itu, KPI Sedayu dan Pajangan juga sangat potensial untuk pengembang industri digital. Terlebih akan hadirnya kampus 2 Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan Kalijaga di Kapanewon Pajangan, yang dapat menjadi inkubasi bagi berkembangnya industri digital.

“Salah satu konsep industri digital yang ingin diterapkan di lokasi ini adalah kawasan Silicon Valley. Dengan faktor pendorong suksesnya pengembangan yaitu karena lokasinya berdekatan dengan kampus sebagai pusat inkubasi teknologi,” pungkasnya.(cr13/sam)