Komisi VIII DPR RI Salurkan Bantuan Sosial Sebesar 5,8 T

SERAHKAN: Para penerima manfaat saat berfoto bersama Komisi VIII DPR RI dan Kepala Dinas Sosial Imam Maskur di Aula Dinas Sosial Jateng, Rabu (6/12/23). (HUMAS/JOGLO JATENG)

SEMARANG, Joglo Jateng – Komisi VIII DPR RI bersama Kementerian Sosial melakukan Kunjungan Kerja Reses di Dinas Sosial (Dinsos) Provinsi Jawa Tengah, Rabu (6/12). Kegiatan itu bertujuan untuk melakukan penyerahan bantuan Kementerian Sosial kepada penerima manfaat di Jawa Tengah sebesar Rp5,8 triliun.

Kepala Dinas Sosial Imam Masykur mengatakan, pihaknya menyambut baik dan berterimakasih atas kehadiran Komisi VIII DPR RI. Hal itu lantaran peran strategis DPR RI dalam representasi politik dapat mendorong akselerasi pembangunan kesejahteraan sosial di Jawa Tengah.

“Kami (Dinas Sosial, Red) dalam mendukung pembangunan kesejahteraan sosial di Jawa Tengah, membutuhkan kolaborasi dengan banyak pihak, seperti dengan DPR RI pada kunjungan kerja kali ini. Karena Pemerlu Pelayanan Kesejahteraan Sosial (PPKS) tidak hanya ditangani sendiri oleh pemerintah,” terang Imam Masykur di Aula Dinsos Jateng, kemarin.

Baca juga:  Rekatkan Kembali Perbedaan Politik melalui Parade Puisi

Lanjutnya, saat ini pihaknya tengah mengelola 27 panti dengan 29 rumah pelayanan (Rumpel), yang totalnya ada 56. Dalam pengelolaannya, Dinsos berupaya memberikan pelayanan dengan sebaik-baiknya.

Imam Masykur menambahkan, para penerima manfaat dan para pendamping dari berbagai program bantuan sosial dihadirkan langsung dalam acara tersebut. Mereka nantinya akan menerima bantuan melalui program-program yang telah dicanangkan Dinsos Jateng selama ini.

Ada pun rincian dari bantuan yang diberikan yaitu; bantuan Asistensi Rehabilitasi Sosial (ATENSI) sebesar Rp112.025.000; Program Anak Yatim Piatu (YAPI) Rp913.400.000; Program Keluarga Harapan Rp4.648.250.325.725; Program Sembako Rp1.244.810.600.000; Program Pahlawan Ekonomi Nusantara (PENA) Rp84.789.623.

Termasuk pemberian Santunan Ahli Waris Korban Bencana Sosial Non Alam sebesar Rp30.000.000; Bantuan Kearifan Lokal Rp50.000.000; serta Bantuan Permakanan Lansia Rp540.704.000 dan Bantuan Permakanan Disabilitas Rp536.752.000. Jadi total bantuan yang disalurkan sebesar Rp5.895.328.596.348.

Baca juga:  Alami Deflasi, Ekonomi Tetap Tumbuh Positif
PEDULI: Wakil Ketua Komisi VIII DPR RI Abdul Wachid (kedua dari kanan) bersama Anggota DPR RI Wisnu Wijaya Adi Putra (kanan) dan Kepala Dinsos Jateng Imam Masykur saat menyaksikan penyerahan bantuan PENA di Dinsos Jateng, Rabu (6/12/23). (ALLAM MUZHAFFAR/JOGLO JATENG)

Sementara itu, Wakil Ketua Komisi VIII DPR RI Abdul Wachid berharap, bantuan yang diberikan dapat mengentaskan kemiskinan di Jateng. Serta ada tindaklanjut atau monitoring dari bantuan yang telah diberikan pada penerima manfaat.

“Bantuan PENA ini sifatnya mendidik masyarakat menuju pada kemandirian. Ketika usaha yang dimiliki sudah mandiri dan maju, jadi mereka tidak ketergantungan dengan bantuan,” tegasnya.

Lanjutnya, ia mengimbau pada penerima manfaat agar bantuan yang diberikan tetap guna. Sehingga mereka betul-betul dapat memanfaatkan bantuan untuk menunjang kebutuhan pokok keluarga dan pendidikan.

“Bagi ibu-ibu penerima bantuan, jangan mau dirayu bapaknya untuk beli rokok, tapi untuk beli beras. Untuk yang masih muda, jangan dipakai untuk ke salon. Bagi anak-anakku yang dapat bantuan YAPI saya mohon untuk menunjang pendidikan,” jelas legislator Partai Gerindra dari Dapil Jateng II itu.

Baca juga:  Bank Jateng Catatkan Laba Usaha Terbesar Kedua dari 27 BPD se-Indonesia

Lebih lanjut, Anggota DPR RI Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Wisnu Wijaya Adi Putra menambahkan, untuk penyerahan bantuan PENA diberikan pengawasan langsung dan tidak ada potongan. Serta dalam pencairannya diwajibkan ada pendamping PKH.

“Setelah penyerahan bantuan itu, pendamping PKH wajib melakukan asesmen. Nantinya uang bantuan tidak bisa digunakan untuk belanja sendiri, harus ada pendampingan. Bantuan PENA ini bisa membantu mengentaskan kemiskinan, harapannya mereka dapat tergraduasi dari DTKS,” papar legislator dari Dapil Jateng I itu. (all/bid)