Jepara  

Pemkab Jepara Optimistis Partisipasi Pemilih 2024 Naik

Asisten Pemerintahan dan Perwakilan Masyarakat Sekretaris Daerah (Sekda) Jepara, Ratib Zaini. (ISTIMEWA/JOGLO JATENG)

JEPARA, Joglo Jateng – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jepara optimistis partisipasi pemilih pada Pemilihan Umum (Pemilu) 2024 naik. Alasannya, kepemilikan modal berupa kepedulian masyarakat berangsur meningkat.

Hal tersebut, disampaikan Penjabat (Pj) Bupati Jepara Edy Supriyanta yang diwakili Asisten Pemerintahan dan Perwakilan Masyarakat Sekretaris Daerah (Sekda) Jepara, Ratib Zaini di Rapat Koordinasi Pemilu 2024. Pihaknya memaparkan, sejumlah masyarakat Jepara telah dewasa dalam menyikapi terhadap perbedaan dan isu aktual Pemilu 2024. Dibuktikan dengan partisipasi pemilih Jepara lebih tinggi daripada nasional.

Melansir data dari Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Jepara, partisipasi pemilih Pilpres 2019 mencapai 83 persen. Dengan rincian DPD 82,94 persen, DPR RI 82,90 persen, DPRD provinsi 82,91 persen, dan DPRD Kabupaten 82,81 persen.

Baca juga:  DLH Jepara Perpanjang Daya Tampung TPA Bandengan

“Partisipasi pemilih di nasional ada sebanyak 77,5 persen. Sementara Jepara lebih tinggi dari itu. Sehingga, kami berharap partisipasi Pemilu 2024 semakin naik,” papar Ratib Zaini kepada Joglo Jateng, Selasa (5/12/23).

Pada Rapat Koordinasi (Rakor) Upaya Peningkatan Partisipasi Masyarakat Demi Suksesnya Pelaksanaan Pemilu dan Pilkada Serentak 2024. Selain meningkatnya partisipasi pemilih, ia mengimbau untuk mengedepankan kondusifitas.

“Selain partisipasi pemilih, saya ingatkan bahwa kondusifitas dan keamanan wilayah di Pemilu 2024 adalah hal utama,” jelas Rotib Zaini di Pendopo R.A Kartini lingkungan Setda Jepara.

Baca juga:  Segitiga Epidemiologi Jadi Faktor Penyebaran DBD

Agar mensukseskan pesta demokrasi, melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) pemkab menghibahkan kepada KPU, Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu), Polres Jepara, Kodim 0719/Jepara. Yakni sebanyak Rp 58,3 miliar.

Tidak hanya itu, juga disiapkan dukungan anggaran Rp 300 juta di Bakesbangpol, Rp 4,76 miliar di Satpol PP dan Damkar, Bagian Pemerintahan Setda Rp 200 juta. Kemudian masing-masing kecamatan sebanyak Rp. 20 juta. (cr2/fat)