Pemkab Sleman Upayakan Penanganan Anak Putus Sekolah

BERSAMA: Bupati Sleman Kustini Sri Purnomo didampingi Kepala Disdik Ery Widaryana saat menghadiri lokakarya penanganan anak putus sekolah dan anak tidak sekolah, Senin (4/12). (ISTIMEWA/ JOGLO JOGJA)

SLEMAN, Joglo Jogja – Penanganan anak putus sekolah dan anak tidak sekolah terus menjadi perhatian dari Pemkab Sleman. Pasalnya sudah ada sekira 205 anak putus sekolah dan anak tidak sekolah di Kabupaten Sleman.

Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Sleman, Ery Widaryana mengungkapkan, kejadian putus sekolah dan anak tidak sekolah disebabkan oleh beragam faktor. Faktor-faktor seperti jarak, fasilitas atau biaya pendidikan dapat menjadi hambatan bagi anak untuk mengakses pendidikan.

Upaya untuk mencegah terjadinya anak putus sekolah coba diinisiasi Disdik lewat lokakarya. Harapannya akan ada solusi konkret untuk mengantisipasi anak tidak sekolah dan anak putus sekolah.

Baca juga:  Bantul Turut Aktif Wujudkan Generasi Emas 2045

“Adanya lokakarya diharapkan dapat memberikan solusi konkret dan strategis untuk mengatasi masalah pendidikan yang dihadapi oleh anak putus sekolah dan anak tidak sekolah,” terangnya di Hotel Prima SR, Senin (4/12).

Ery menambahkan, kegiatan tersebut diikuti oleh 80 orang yang terdiri dari satuan tugas penanganan anak putus sekolah dan anak tidak sekolah, Dinas Pendidikan, Dinas Sosial, Dinas Kesehatannya berbagai instansi lainnya. Sasarannya satu, yakni bisa mencari solusi dari 205 anak putus sekolah dan anak tidak sekolah.

Sementara itu, Bupati Sleman Kustini Sri Purnomo menilai, permasalahan anak putus sekolah dan anak tidak sekolah harus ditangani dengan baik oleh berbagai pihak terkait. Apalagi di era globalisasi seperti saat ini yang menuntut tenaga kerja memiliki keterampilan semakin meningkat.

Baca juga:  Penyelesaian ITF Bawuran Mundur hingga September

“Program saya adalah anak kuliah, sampai sarjana. Kita sudah MoU dengan Amikom dan Unisa, dan ini akan ada kerja sama juga dengan UNY. Tahun ini ada hampir 600 anak yang kita kuliahkan, kita anggarkan Rp15 miliar,” katanya.

Selain itu menurut Kustini, diperlukan kolaborasi dan peran aktif dari berbagai pihak, baik orang tua, lingkungan, pemerintah dan beragam pihak lainnya. “Harapannya anak usia sekolah di Kabupaten Sleman dapat menjadi generasi unggul yang siap mendukung dan berkontribusi dalam pembangunan di Kabupaten Sleman nantinya. (bam/all)