Supervisi Akademik untuk Penilaian Pembelajaran

Oleh: Purwanto, S.Pd.SD.
Kepala SD N 1 Banget, Kec. Kaliwungu, Kab. Kudus

PENILAIAN atau evaluasi pembelajaran merupakan bagian yang sangat penting dari sebuah proses pembelajaran. Dalam Peraturan Menteri Pendidikan Nasional (Permendiknas) Nomor 20 Tahun 2007 dinyatakan bahwa penilaian pendidikan adalah proses pengumpulan dan pengolahan informasi untuk menentukan pencapaian hasil belajar siswa.

Sementara itu dalam Permendiknas Nomor 16 Tahun 2007 disebutkan bahwa dalam kegiatan pembelajaran, penilaian merupakan salah satu unsur penting yang wajib dikuasai oleh seorang pendidik dalam melaksanakan tugasnya di sekolah. Dalam pembelajaran, evaluasi adalah proses mengumpulkan informasi untuk mengetahui pencapaian belajar kelas atau kelompok.

Baik atau belum baiknya hasil belajar diketahui melalui evaluasi proses pembelajaran melalui kegiatan pengukuran hasil belajar yang disebut dengan ujian atau tes. Untuk maksud ini diperlukan alat ukur yang juga harus baik. Karena hasil yang akan diperoleh juga tergantung kepada baik atau belum baiknya alat ukur yang digunakan. Apabila alat ukur yang digunakan sudah lebih baik, maka informasi-informasi yang diperoleh juga akan lebih tepat.

Pembinaan kemampuan guru dalam penyusunan soal tes hasil belajar di SD Negeri  1 Banget sejauh ini secara kuantitas sudah cukup memadai. Banyak kegiatan telah dilakukan untuk mengembangkan kompetensi guru sehubungan dengan penyusunan alat penilaian pembelajaran siswa. Baik secara kolektif maupun individu.

Kegiatan kolektif misalnya pembinaan dalam pelaksanaan KKG di gugus, bimbingan teknis penilaian, atau bimbingan penyusunan ujian akhir sekolah yang rutin dilaksanakan setiap semester. Begitu juga bimbingan individu, misalnya pada saat supervisi kunjungan kelas, supervisi klinis, monitoring ujian, dan lain-lain.

Sudah cukup banyak pengalaman yang diberikan kepada guru untuk meningkatkan kompetensinya. Namun demikian secara kualitas apa yang diharapkan dari seorang guru terampil menyusun soal untuk pengukuran hasil belajar peserta didik, masih jauh dari harapan.

Di SD Negeri 1 Banget, kemampuan guru kelas dalam menyusun alat penilaian masih terbilang rendah. Berdasarkan hasil observasi awal yang dilakukan penulis melalui supervisi, soal yang dibuat guru masih belum memenuhi kriteria penyusunan soal tes hasil belajar secara lengkap. Oleh karena itu penulis memandang perlu melakukan pembinaan. Khusunya kepada guru kelas SD Negeri 1 Banget dalam menyusun alat penilaian (soal tes) yang baik. Yakni memenuhi kriteria alat penilaian yang dapat mengukur tingkat pencapaian tujuan pembelajaran yang telah ditetapkan.

Karena pentingnya kegunaan penilaian baik bagi siswa, guru, maupun sekolah maka selayaknya dalam melaksanakan penilaian itu harus digunakan alat penilaian atau tes yang baik. Tes yang baik mempunyai ciri-ciri antara lain: 1) memiliki validitas yang baik. Yaitu alat tes tersebut dapat mengukur keberhasilan belajar peserta didik secara tepat, benar, atau sahih setelah mereka menempuh proses belajar dalam waktu tertentu.

2) Bersifat reliable atau memiliki reliabilitas. Artinya bahwa bila alat tes tersebut digunakan berulang kali terhadap subjek yang sama senantiasa menunjukan hasil yang sama. Sifatnya ajek atau stabil kapan saja, dimana saja, dan oleh siapa saja tes itu dilaksanakan diperiksa atau dinilai.

3) Diskriminatif (daya pembeda). Daya pembeda soal dapat memberikan gambaran tentang kemampuan butir-butir soal membedakan antara mereka yang berkemampuan tinggi dengan yang berkemampuan rendah.

4) Obyektif. Suatu tes harus bersifat obyektif. Artinya di dalam proses pelaksanaan dan penilaiannya tidak terdapat faktor subyektif yang mempengaruhi. Ini berarti bahwa pendapat pemeriksa tes tidak berpengaruh pada pemberian skor. Dengan kata lain diperiksa oleh siapapun, tes itu akan memberikan skor yang sama. (*)